HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Beras Dinilai Jadi Pendorong Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekspor Beras Dinilai Jadi Pendorong Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Pertanian Indonesia
Foto: (Sumber :Sejumlah pekerja mengangkut karungan beras di gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Jayapura, Papua, Senin (6/7/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Ekspor beras dinilai tidak hanya menjadi indikator keberhasilan penjualan produk pertanian ke pasar internasional, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produksi, standar keamanan pangan, dan daya saing beras Indonesia di pasar global.

Pandangan tersebut disampaikan dalam telaah mengenai potensi dan manfaat ekspor beras yang dipublikasikan pada Rabu (22/7/2026).

Ekspor Beras Perlu Didukung Kualitas Produksi

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil beras terbesar di dunia yang memiliki peluang memperluas pasar ekspor ketika produksi domestik mencukupi dan kebutuhan nasional tetap terjaga.

Sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Singapura, China, Brunei Darussalam, Arab Saudi, hingga beberapa negara di Afrika telah menjadi tujuan ekspor beras Indonesia.

Keberhasilan memasuki pasar internasional dinilai menunjukkan bahwa beras nasional memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

“Ketika beras Indonesia diterima di berbagai negara, maka ini bukan cuma pengakuan pada hasil panen, tetapi juga dedikasi jutaan petani, kemajuan teknologi budidaya, serta kemampuan bangsa menjaga standar mutu,” demikian isi telaah tersebut.

Pasar internasional juga dinilai memiliki persyaratan yang lebih ketat karena tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga konsistensi mutu, keamanan pangan, dan kepastian pasokan.

Keberagaman Varietas Jadi Modal Ekspor

Indonesia memiliki sejumlah varietas beras unggulan, seperti Pandan Wangi yang dikenal memiliki aroma khas dan tekstur pulen, serta beras hitam yang diminati karena kandungan serat dan nutrisinya.

Potensi tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen pasar internasional.

Kualitas beras ditentukan melalui proses budidaya yang mencakup pemilihan varietas, pengelolaan lahan, kesesuaian tanah dan iklim, hingga tahapan panen dan pascapanen.

Proses pengeringan, penggilingan, dan penyortiran juga menjadi faktor penting dalam memastikan beras memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan pasar ekspor.

Penulis :
Ahmad Yusuf