HOME  ⁄  Ekonomi

Industri Pengolahan Kakao Indonesia Menguat dan Kuasai 49 Persen Volume Pengolahan Kakao Asia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Industri Pengolahan Kakao Indonesia Menguat dan Kuasai 49 Persen Volume Pengolahan Kakao Asia
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan industri pengolahan kakao nasional menjadi salah satu pilar utama di kawasan Asia dengan kontribusi mencapai 49 persen dari total volume industri pengolahan kakao di kawasan tersebut, sekaligus memperkuat peran Asia dalam perdagangan kakao global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pemerintah berkomitmen terus memperkuat daya saing industri pengolahan kakao nasional sebagai bagian dari program hilirisasi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat grinding kakao berskala global.

Agus mengatakan, "Kemenperin terus mempercepat transformasi industri kakao melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan antara petani dan industri, penerapan standar mutu, serta akselerasi implementasi prinsip keberlanjutan," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Kinerja Industri Terus Meningkat

Agus menyampaikan industri pengolahan kakao nasional menunjukkan kinerja yang semakin kuat pada triwulan II 2026 meski pasar kakao global masih diwarnai volatilitas harga, perubahan pola permintaan, dan tantangan penerapan prinsip keberlanjutan.

Berdasarkan Grind Statistics Q2 2026, volume pengolahan atau grinding kakao Indonesia mencapai 110.410 ton pada triwulan II 2026.

Volume tersebut meningkat 30,1 persen dibandingkan triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 84.844 ton.

Produksi olahan kakao juga meningkat sebesar 8,2 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan daya saing industri pengolahan kakao nasional terus menguat.

Peningkatan kinerja tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengolahan kakao dunia sekaligus mitra strategis dalam rantai pasok kakao global.

IICC 2026 Perkuat Transformasi Industri Kakao

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan penyelenggaraan Indonesia International Cocoa Conference (IICC) 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan industri kakao nasional.

IICC 2026 berlangsung pada 22-24 Juli 2026 di Yogyakarta.

Konferensi tersebut menjadi ajang memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas kakao sekaligus mempercepat transformasi industri kakao nasional.

IICC 2026 juga diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi industri kakao Indonesia serta mendorong terwujudnya sistem produksi kakao yang inklusif dan berkelanjutan.

Putu Juli Ardika menyampaikan tema "Kebangkitan Kakao Indonesia: Mutiara Asia untuk Dunia" menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak hanya menjadi negara penghasil kakao, tetapi juga menjadi pusat industri pengolahan kakao berkelas dunia.

Industri pengolahan kakao Indonesia diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar keberlanjutan internasional serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, sektor industri nasional, dan perekonomian Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya