
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin sore akibat sentimen global dan domestik.
IHSG turun 16,81 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.619,67.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 1,17 poin atau 0,18 persen ke posisi 656,42.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pergerakan pasar pada awal pekan dipengaruhi faktor dari dalam dan luar negeri.
"Mengawali pekan ini, pergerakan IHSG dipengaruhi dari sentimen eksternal dan internal," ungkap Nico.
Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi
Dari sisi eksternal, bursa saham di kawasan Asia bergerak variatif seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang saling melakukan serangan.
Iran disebut telah menargetkan kapal tanker minyak dan sejumlah kapal yang berkaitan dengan Amerika Serikat.
Iran juga berencana menetapkan zona maritim terbatas di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak Iran.
Washington menyebut serangan terhadap kapal tanker Iran dilakukan sebagai balasan atas serangan rudal Teheran terhadap kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat.
Aksi saling serang terhadap kapal selama akhir pekan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap munculnya tekanan inflasi baru.
"Saling melancarkan serangan terhadap kapal selama akhir pekan kemarin, memicu kekhawatiran inflasi baru," kata Nico.
Pelaku pasar juga merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang tercatat lebih kuat dibandingkan perkiraan.
Data US Change in Nonfarm Payrolls meningkat dari sebelumnya 21.000 menjadi 162.000.
Data tersebut menunjukkan indikasi pemulihan pasar tenaga kerja Amerika Serikat setelah sebelumnya mengalami periode pelemahan.
Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada September 2026.
Sentimen global lainnya berasal dari kenaikan saham-saham teknologi yang didorong optimisme terhadap model baru OpenAI.
Model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terbaru OpenAI dinilai berpotensi mendorong permintaan lebih kuat terhadap cip memori.
Reli saham teknologi juga mengikuti penguatan saham-saham teknologi Amerika Serikat pada Jumat, 4 September 2026.
Antusiasme terhadap perkembangan AI turut meningkatkan sentimen terhadap produsen cip dan berbagai perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.
Cadangan Devisa Menjadi Sentimen Positif Domestik
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati risiko yang muncul akibat sejumlah bencana alam.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah erupsi Gunung Anak Krakatau yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Erupsi tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan gangguan terhadap sektor transportasi dan logistik.
Di sisi lain, sentimen positif datang dari posisi cadangan devisa Indonesia.
Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor.
Cadangan devisa juga setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Jumlah tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.
Cadangan devisa dinilai mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Tujuh Sektor Menguat, Teknologi Turun Paling Dalam
Dalam jalannya perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat sebelum kemudian bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak tujuh sektor mencatatkan penguatan.
Sektor industri mencatat kenaikan terbesar sebesar 1,30 persen.
Sektor energi menguat 1,06 persen, sedangkan sektor kesehatan naik 0,77 persen.
Sementara itu, sebanyak empat sektor mengalami pelemahan.
Sektor teknologi mengalami penurunan terdalam sebesar 0,73 persen.
Sektor keuangan melemah 0,70 persen, sedangkan sektor barang baku turun 0,60 persen.
Saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar adalah MEDS, NZIA, HALO, SOHO, dan SHID.
Adapun saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah HOPE, JAYA, AKSI, LUCY, dan LOPI.
Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari mencapai sekitar 2,119 juta transaksi.
Total saham yang diperdagangkan mencapai 35,26 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp13,62 triliun.
Sebanyak 300 saham ditutup menguat, 348 saham melemah, dan 315 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Di bursa regional Asia, indeks Nikkei menguat 2,02 persen ke posisi 66.334,00.
Indeks Shanghai naik 0,07 persen ke 3.932,70, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,93 persen ke 25.413,12.
Indeks Kospi menguat 4,61 persen ke posisi 6.995,39, sementara indeks Straits Times melemah 0,16 persen ke 5.793,36.
- Penulis :
- Leon Weldrick




