HOME  ⁄  Ekonomi

PT Pos Indonesia Lakukan Penyesuaian Pembukuan Rp9 Triliun untuk Perkuat Transformasi Perusahaan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PT Pos Indonesia Lakukan Penyesuaian Pembukuan Rp9 Triliun untuk Perkuat Transformasi Perusahaan
Foto: Kepala BP BUMN Dony Oskaria (sumber: BP BUMN)

Pantau - PT Pos Indonesia melaporkan hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan informasi tersebut dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Dony Oskaria mengatakan, "Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya."

Transformasi Menyeluruh PT Pos Indonesia

Untuk mengawal proses pembenahan, Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai COO Danantara bertemu dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia Iskandar Kunaefi.

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi PT Pos Indonesia.

Transformasi dilakukan melalui pembenahan menyeluruh yang mencakup tata kelola perusahaan, kondisi keuangan, dan model bisnis.

Dalam arahannya, Dony Oskaria menegaskan transformasi harus dijalankan secara serius dan menyentuh akar persoalan yang dihadapi perusahaan.

Fokus Penataan Keuangan dan Model Bisnis

Selain memastikan restrukturisasi berjalan secara komprehensif, pembenahan difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien serta upaya mengurangi beban biaya perusahaan.

Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Pelibatan intercompany menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.

Dony Oskaria menegaskan seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.

Ia mengungkapkan, "Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu."

Melalui pembenahan menyeluruh tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, meningkatkan daya saing, tumbuh secara berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi negara.

Penulis :
Shila Glorya