
Pantau - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menggandeng PT Bank Sumut untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro melalui program subsidi bunga pinjaman dengan fasilitas pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa bunga, tanpa agunan, serta bebas biaya administrasi dan provisi.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Batam dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengungkapkan, "Yang kita laksanakan hari ini konteksnya adalah pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tugas pemerintah bukan hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar usahanya berkembang."
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Batam dan PT Bank Sumut mengenai Program Pemberian Subsidi Bunga kepada Pelaku Usaha Mikro di Kota Batam.
Skema Pinjaman Tanpa Bunga
Melalui program tersebut, setiap pelaku usaha mikro dapat mengajukan pinjaman dengan plafon hingga Rp20 juta.
Pinjaman diberikan dengan bunga nol persen karena bunga sebesar delapan persen ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot Batam.
Selain itu, pinjaman tidak memerlukan agunan serta membebaskan debitur dari biaya administrasi dan biaya provisi.
Tenor pinjaman diberikan selama dua tahun.
Amsakar Achmad mengatakan, "Saya minta saat evaluasi tahun depan plafonnya bisa ditingkatkan sampai Rp50 juta."
Sebelum bekerja sama dengan Bank Sumut, Pemkot Batam telah menjalankan program subsidi bunga bersama Bank BTN pada 2025.
Pemkot Batam juga menjalin kerja sama dengan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah pada Juni 2026.
Penambahan Bank Sumut sebagai mitra diharapkan memberikan lebih banyak pilihan lembaga keuangan bagi pelaku usaha mikro di Batam.
Anggaran dan Dukungan Perbankan
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Batam, Salim, menjelaskan bahwa bunga pinjaman sebesar delapan persen dalam skema kerja sama dengan Bank Sumut ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot Batam sehingga pelaku usaha tidak dikenakan bunga pinjaman.
Salim mengungkapkan, "Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dalam APBD 2026."
Hingga saat ini, sebanyak 22 pelaku usaha telah memanfaatkan program melalui Bank BTN dan satu debitur di antaranya telah melunasi pinjamannya.
Sementara itu, melalui BRK Syariah, enam pelaku usaha mikro telah memperoleh pembiayaan.
Pemimpin Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan usaha mikro di Batam melalui pembiayaan yang mudah diakses.
Faisal Panggabean mengatakan, "Debitur benar-benar mendapatkan pembiayaan dengan bunga nol persen. Tidak ada agunan, tidak ada biaya provisi maupun administrasi, bahkan asuransinya juga kami tanggung. Harapannya program ini dapat mendorong kemajuan UMKM di Kota Batam."
Selain bunga nol persen, Bank Sumut juga memberikan fasilitas pinjaman tanpa agunan, membebaskan biaya provisi dan administrasi, serta menanggung premi asuransi bagi debitur dalam program tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa





