
Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) menyatakan integrasi strategis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA akan memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional melalui penyelarasan kebutuhan layanan dengan kemampuan industri manufaktur dalam negeri.
Kemenko IPK Dukung Integrasi KAI dan INKA
Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko IPK Rustam Efendi mengatakan integrasi KAI dan INKA merupakan bagian dari penguatan ekosistem perkeretaapian nasional.
"Sudah pasti (memperkuat ekosistem perkeretaapian). Integrasi KAI dan INKA itu bagian dari ekosistem yang sama," ujarnya.
Ia mengungkapkan Kemenko IPK mengoordinasikan Kementerian Perhubungan yang membawahi Direktorat Jenderal Perkeretaapian sehingga memiliki keterkaitan dalam koordinasi bersama KAI dan INKA.
"Harapannya lebih baik untuk perkeretaapian kita," katanya.
Integrasi tersebut diarahkan untuk menyelaraskan proyeksi kebutuhan layanan kereta api dengan kemampuan industri manufaktur nasional.
Perkuat Industri Kereta Api Nasional
Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management Desty Arlaini mengatakan proses integrasi harus diawali dengan kesamaan visi seluruh jajaran pimpinan dan insan kedua perusahaan.
Menurutnya, kepemimpinan, kepercayaan, dan budaya kerja menjadi faktor penting agar setiap keputusan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, perusahaan, pemegang saham, dan negara.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia karena kebutuhan sarana jangka panjang memerlukan perencanaan yang semakin terhubung antara operator dan produsen.
KAI memproyeksikan kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL) hingga 2040 mencapai sekitar 156 rangkaian.
Direktur Utama PT INKA (Persero) Bambang Jatmika mengatakan proses integrasi menjadi tonggak penting setelah dibahas selama beberapa tahun.
Ia mengungkapkan integrasi akan menyatukan pengalaman KAI dalam memahami kebutuhan operasional dengan kompetensi INKA di bidang desain, rekayasa, dan produksi sarana.
Koordinasi yang lebih erat diharapkan mampu menyelaraskan proyeksi kebutuhan, perencanaan produksi, jadwal pengujian, proses serah terima, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas produk untuk memperkuat kapasitas industri perkeretaapian nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





