
Pantau - Pemerintah Rusia memutuskan memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir tahun 2026 untuk memastikan pasokan bahan bakar dalam negeri tetap stabil di tengah gangguan terhadap sektor energi akibat konflik yang berlangsung dengan Ukraina.
Pemerintah Perpanjang Pembatasan Ekspor
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat operasional pemerintah dan akan berlaku bagi produsen maupun nonprodusen bensin.
Novak menjelaskan bahwa larangan ekspor solar akan dicabut setelah kondisi pasar domestik kembali pulih.
Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan agar kilang minyak tidak mengalami kelebihan pasokan sehingga tidak perlu mengurangi volume pengolahan minyak.
Pasokan Terganggu akibat Serangan Infrastruktur Energi
Rusia mengalami kekurangan bahan bakar secara nasional pada musim panas tahun ini setelah infrastruktur energinya menjadi sasaran serangan di tengah konflik dengan Ukraina.
Untuk menstabilkan pasar domestik, pemerintah Rusia sebelumnya telah menerapkan sejumlah kebijakan, termasuk pembatasan sementara terhadap ekspor bensin dan solar.
Larangan ekspor yang saat ini berlaku semula dijadwalkan berakhir pada 31 Juli, namun kini diperpanjang hingga akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





