
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan penguatan ekonomi nasional melalui pendekatan olahraga yang memadukan gaya hidup dan partisipasi publik mampu mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif baru serta membuka lapangan kerja di berbagai subsektor usaha kreatif.
Olahraga Dinilai Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
Riefky mengatakan pendekatan berbasis gaya hidup dan keterlibatan komunitas berhasil menggerakkan berbagai sektor kreatif, mulai dari desain apparel, media, hiburan, hingga sektor lainnya.
Ia mengungkapkan, "Dengan memanfaatkan pendekatan gaya hidup dan keterlibatan komunitas, inisiatif ini berhasil menggerakkan berbagai bidang kreatif, mulai dari desain apparel hingga media dan hiburan, sekaligus menciptakan lapangan kerja."
Ia menjelaskan kegiatan olahraga berbasis komunitas tidak hanya mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif.
Berbagai subsektor seperti fesyen olahraga, penyelenggaraan acara, fotografi, media, hiburan, hingga kuliner disebut memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat.
Riefky menilai model pengembangan berbasis partisipasi publik tersebut perlu direplikasi di berbagai daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Kolaborasi Heksaheliks Jadi Kunci Pengembangan Industri Olahraga
Riefky menambahkan kolaborasi melalui pendekatan heksaheliks yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun industri olahraga yang berdaya saing.
Ia mengatakan, "Melalui sinergi heksaheliks yang solid dan inklusif, perhelatan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi fisik, melainkan wadah pemersatu seluruh elemen bangsa, tempat berbagai komunitas melebur dalam semangat kolaborasi, sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi produk-produk kreatif lokal demi menggerakkan perekonomian nasional."
Kementerian Ekonomi Kreatif bersama sejumlah kementerian meluncurkan Garuda Finishers dalam kegiatan lari sejauh lima kilometer di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Jakarta pada Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 pelari dari 48 komunitas lari di berbagai daerah.
Acara juga dimeriahkan dengan panggung hiburan, kuliner, serta berbagai aktivitas pendukung yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif.
Garuda Finishers merupakan komunitas lari yang diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pemerintah berharap kolaborasi antara olahraga dan ekonomi kreatif melalui komunitas tersebut dapat memperkuat ekosistem sport economy sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif di berbagai daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



