
Pantau - Laba perusahaan industri besar di China meningkat 18,7 persen secara tahunan pada semester pertama 2026 seiring pesatnya perkembangan industri berbasis artificial intelligence (AI) dan semakin kuatnya pergeseran negara tersebut menuju pembangunan berbasis inovasi.
AI dan Industri Elektronik Jadi Motor Pertumbuhan
Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China melaporkan pada Senin (27/7/2026) bahwa kenaikan laba tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan 15,5 persen yang tercatat pada kuartal pertama tahun ini.
Perusahaan industri dengan pendapatan bisnis utama sedikitnya 20 juta yuan per tahun juga mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 6,5 persen pada periode Januari hingga Juni 2026, meningkat dari 5 persen pada kuartal pertama.
Margin laba operasional perusahaan naik menjadi 5,7 persen dan menjadi capaian year-to-date tertinggi sejak 2024.
Ahli statistik NBS Yu Weining mengungkapkan, "Pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan makro yang lebih proaktif tahun ini, mengembangkan kekuatan produktif berkualitas baru, serta membantu menjaga produksi industri tetap berada di jalur pertumbuhan yang stabil."
Industri elektronik menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan laba karena meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor yang mendorong lonjakan permintaan terhadap daya komputasi.
Pada semester pertama 2026, laba sektor elektronik hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang 8,5 poin persentase terhadap pertumbuhan laba seluruh perusahaan industri besar.
Laba perusahaan manufaktur komputer melonjak hampir tujuh kali lipat dibanding tahun sebelumnya, sementara produsen sirkuit terpadu membukukan kenaikan laba hampir 26 kali lipat.
Produsen serat optik juga mencatat kenaikan laba lebih dari empat kali lipat seiring meningkatnya permintaan konektivitas pusat data.
Tantangan Masih Membayangi Industri China
Pertumbuhan laba juga terjadi pada sektor produksi bahan baku yang meningkat 71,7 persen secara tahunan selama enam bulan pertama 2026, didorong kenaikan signifikan di industri logam nonbesi dan kimia.
Meski mencatat pertumbuhan kuat, Yu menyebut ketidakpastian harga komoditas internasional, permintaan pasar yang belum memadai, serta tekanan terhadap arus kas perusahaan masih menjadi tantangan bagi sebagian industri.
Ia mengatakan, "Ke depannya, lebih banyak upaya perlu dilakukan untuk terus mengembangkan industri-industri baru dan industri masa depan, sekaligus memperbarui sektor manufaktur tradisional guna memastikan kelancaran transisi dari pendorong pertumbuhan lama ke pendorong yang baru."
Rencana Lima Tahun ke-15 China periode 2026-2030 menempatkan pengembangan sistem industri modern yang ditopang manufaktur canggih sebagai salah satu prioritas nasional.
Sejumlah provinsi manufaktur utama seperti Jiangsu dan Henan juga mulai memperkuat industri strategis guna meningkatkan kontribusi sektor baru terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



