
Pantau - Ekonom Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menilai penerbitan perdana Panda Bonds senilai 7 miliar yuan oleh Pemerintah Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperluas diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah sekaligus memperkuat akses ke pasar keuangan China.
Irman mengatakan penerbitan surat utang negara berdenominasi yuan tersebut meningkatkan keberagaman sumber pembiayaan dari sisi pasar maupun investor di tengah volatilitas ekonomi global.
Ia mengungkapkan, "Dari sisi kerja sama, Panda Bonds memperdalam integrasi pasar keuangan Indonesia dan China dengan memperluas basis investor, meningkatkan akses ke likuiditas renminbi, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral."
Penerbitan Perdana Raih Respons Positif Investor
Pemerintah Indonesia memperoleh pembiayaan baru sebesar 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dolar AS melalui penerbitan perdana Panda Bonds pada 23 Juli 2026.
Panda Bonds tersebut terdiri atas tenor tiga tahun senilai 5,6 miliar yuan dengan kupon 1,9 persen serta tenor lima tahun senilai 1,4 miliar yuan dengan kupon 2,19 persen.
Obligasi tersebut juga memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebut penerbitan perdana ini mendapat sambutan positif dari investor domestik China.
Rasio bid-to-cover tercatat mencapai 2,4 kali dengan nilai orderbook sekitar 17 miliar yuan.
Ekonom Sarankan Penerbitan Disesuaikan Kebutuhan
Irman menilai keberhasilan penerbitan perdana dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kehadiran di pasar obligasi China Daratan.
Ia mengingatkan frekuensi penerbitan obligasi valuta asing tetap harus mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan efisiensi biaya, bukan semata karena tingginya minat investor.
- Penulis :
- Aditya Yohan



