HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Investor Tunggu Keputusan FOMC The Fed

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Investor Tunggu Keputusan FOMC The Fed
Foto: (Sumber :Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG pada perdagangan Senin (27/7) pagi dibuka melemah 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80, dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (24/7) yang berada di level 6.196,43. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Selasa (28/7/2026) seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

IHSG dibuka melemah 10,58 poin atau 0,17 persen ke level 6.175,20, sedangkan Indeks LQ45 turun 2,03 poin atau 0,33 persen ke posisi 610,53.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, "Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.159-6.144, kemudian di 6.130 dan 6.119. Jika kedua level itu ditembus, koreksi berpotensi berlanjut di 5.931. Sebaliknya, apabila mampu rebound, IHSG perlu kembali menembus area 6.219–6.219, kemudian 6.315 sebagai resistance selanjutnya. Breakout di atas level itu akan membuka peluang penguatan lanjutan menuju 6.394."

Ia mengungkapkan investor menantikan hasil rapat FOMC yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7/2026) waktu Amerika Serikat untuk memperoleh petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.

Liza mengatakan, "Investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter pada sisa tahun ini."

Menurutnya, sentimen pasar juga dipengaruhi penurunan harga minyak mentah, musim laporan keuangan emiten teknologi global, serta meningkatnya perhatian terhadap belanja modal perusahaan besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dari dalam negeri, pelaku pasar turut mencermati proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI.

Liza mengungkapkan, "Pelaku pasar dan ekonom menilai proses seleksi yang transparan, berbasis merit, serta tetap menjaga independensi bank sentral menjadi faktor penting untuk mempertahankan kredibilitas BI, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global."

Di pasar global, bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, sementara Wall Street bergerak bervariasi dan mayoritas bursa Asia dibuka dengan pergerakan campuran di tengah kehati-hatian investor terhadap perkembangan ekonomi dan geopolitik.

Penulis :
Aditya Yohan