
Pantau - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyatakan Kunci Bersama Summit 2026 menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi investasi antardaerah di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah melalui pengembangan potensi ekonomi yang saling terintegrasi.
Dian Rachmat Yanuar yang juga menjabat Ketua Sekretariat Kunci Bersama mengatakan forum tersebut dibentuk atas dasar kesamaan pandangan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat oleh batas administratif.
Ia mengungkapkan, "Kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah harus dipandang sebagai halaman depan pembangunan, bukan lagi halaman belakang."
Pemerintah mencatat realisasi investasi di 10 daerah anggota Kunci Bersama mencapai Rp42,63 triliun pada periode triwulan I 2024 hingga triwulan II 2026.
Menurut Dian, kerja sama antardaerah menjadi faktor penting dalam menciptakan kawasan ekonomi yang lebih kompetitif dan menarik bagi investor.
Kawasan Kunci Bersama dihuni hampir 14 juta penduduk dengan potensi pengembangan di sektor pertanian modern, agribisnis, kelautan dan perikanan, peternakan, industri manufaktur, pariwisata, sport tourism, hingga perdagangan karbon.
Ia mengungkapkan, "Kepercayaan lahir ketika pemerintah mampu menghadirkan kepastian, kemudahan, dan keberpihakan terhadap pembangunan yang berkelanjutan."
Dalam Kunci Bersama Summit 2026 di Jakarta, 10 daerah anggota memaparkan potensi unggulan masing-masing sekaligus menawarkan berbagai peluang investasi kepada pelaku usaha dan investor.
Sepuluh daerah tersebut meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, dan Kabupaten Brebes.
Dian mengungkapkan, “Kami berharap pemerintah pusat dapat menetapkan Kunci Bersama sebagai Desk Investasi Nasional sehingga kolaborasi investasi di kawasan perbatasan dapat berjalan lebih cepat dan merata.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



