HOME  ⁄  Ekonomi

IPB Kembangkan Bisnis Maggot Plasma-Inti untuk Olah Sampah Organik Bernilai Ekonomi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

IPB Kembangkan Bisnis Maggot Plasma-Inti untuk Olah Sampah Organik Bernilai Ekonomi
Foto: IPB University melalui Center for Tropical Animal Studies (Centras)-Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH) mengembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti.

Pantau - IPB University mengembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti untuk menghubungkan pengelolaan sampah organik, produksi, pengolahan, dan pemasaran dalam satu ekosistem berkelanjutan.

Model tersebut dikembangkan melalui Center for Tropical Animal Studies (Centras)-Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH) dalam kerangka Program Sinergi 2026.

Kepala Centras Prof Nahrowi menjelaskan mitra yang berperan sebagai plasma tidak perlu menjalankan seluruh tahapan budi daya mulai dari penetasan telur hingga menghasilkan telur kembali.

"Plasma dapat berfokus pada pembesaran maggot, sementara tahapan lainnya dilakukan oleh pihak yang memiliki peran masing-masing," kata Nahrowi.

IPB Libatkan Lima Plasma dengan Kondisi Berbeda

Keberadaan off-taker menjadi bagian penting dalam model tersebut karena berperan menyerap hasil produksi sehingga mitra memiliki kepastian pasar.

Pengembangan model melibatkan lima plasma dengan kondisi berbeda yang berada di Jakarta, Bintaro, Tenjolaya, IPB University, dan Depok.

Masing-masing plasma memiliki potensi bahan baku serta kondisi pengelolaan yang berbeda sehingga membutuhkan pembagian peran dalam menjalankan model bisnis tersebut.

IPB University juga telah melakukan sosialisasi model bisnis, penandatanganan perjanjian kerja sama, serta peminjaman mesin pengering maggot.

Nahrowi menekankan model plasma-inti membutuhkan kepercayaan antara plasma dan inti agar setiap tahapan produksi dapat berjalan sesuai peran masing-masing.

Mesin Pengering Dukung Pengolahan Maggot

Proses pengeringan menjadi salah satu tantangan karena penggunaan sinar matahari membutuhkan waktu beberapa hari, sedangkan mesin pengering berskala besar memerlukan investasi tinggi.

Mesin pengering kemudian menjadi salah satu dukungan teknologi yang diberikan melalui Program Sinergi untuk membantu proses pengolahan maggot.

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan ekonomi sirkular dengan mengolah sampah organik menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

"Model ini diharapkan dapat menjadi percontohan yang nantinya dikembangkan lebih luas," sebut Prof Nahrowi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026