HOME  ⁄  News

Kuwait dan Mesir Mengecam Upaya Houthi Menyerang Riyadh dengan Rudal Balistik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kuwait dan Mesir Mengecam Upaya Houthi Menyerang Riyadh dengan Rudal Balistik
Foto: Ilustrasi - Kelompok perlawanan Houthi di Yaman.

Pantau - Kuwait dan Mesir mengecam upaya kelompok Houthi menargetkan Riyadh, Arab Saudi, dengan rudal balistik serta menyatakan dukungan terhadap langkah Kerajaan untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya.

Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam pernyataan pada Sabtu (19/9/2026) juga mengecam upaya Houthi menargetkan warga sipil dan objek sipil di Bish, Taif, Farasan, dan Yanbu.

Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi serta hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Pemerintah Kuwait turut memuji Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi yang disebut berhasil menggagalkan serangan tersebut.

Kuwait Tegaskan Solidaritas dengan Arab Saudi

Kuwait menegaskan solidaritas penuh dengan Arab Saudi serta mendukung langkah yang diambil Kerajaan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, warga negara, dan penduduknya.

Kementerian Luar Negeri Kuwait juga menyatakan keamanan Arab Saudi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan Kuwait dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Pernyataan Kuwait muncul setelah adanya upaya serangan terhadap Riyadh dan sejumlah wilayah lain di Arab Saudi yang dikaitkan dengan Houthi.

Mesir Sebut Serangan Bisa Tingkatkan Ketegangan Kawasan

Mesir juga mengecam serangan terhadap Riyadh dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap keamanan dan stabilitas Arab Saudi serta kawasan secara keseluruhan.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya yang berpotensi meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Mesir menegaskan penolakannya terhadap setiap upaya mengganggu keamanan dan kedaulatan Arab Saudi serta menyatakan solidaritas penuh kepada Kerajaan.

Pemerintah Mesir juga menekankan bahwa keamanan Arab Saudi dan Mesir tidak dapat dipisahkan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026