HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Singkawang Siapkan Penerbangan Pagi agar Bandara Tetap Beroperasi saat Kabut Asap

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Singkawang Siapkan Penerbangan Pagi agar Bandara Tetap Beroperasi saat Kabut Asap
Foto: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, saat melakukan pertemuan dengan Komandan Lanud Supadio Pontianak, Marsma TNI Sidik Setiyono, bersama BMKG Stasiun Singkawang, AirNav Indonesia Cabang Pontianak dan perwakilan maskapai terkait jadwal penerbangan maskapai di bandara Singkawang

Pantau - Pemerintah Kota Singkawang mengupayakan penyesuaian jadwal penerbangan ke pagi hari sebagai solusi sementara agar operasional Bandara Singkawang dapat kembali berjalan di tengah gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan opsi tersebut telah dibahas bersama Lanud Supadio Pontianak, BMKG Stasiun Singkawang, AirNav Indonesia Cabang Pontianak, dan perwakilan maskapai.

Penerbangan pagi dipertimbangkan karena kondisi jarak pandang pada waktu tersebut dinilai lebih mendukung keselamatan penerbangan.

"Salah satu poin utama yang didiskusikan terkait penggunaan slot time di luar jadwal resmi operasional di Bandara Kota Singkawang pada kondisi karhutla. Penyesuaian ini dilakukan mempertimbangkan kondisi jarak pandang (visibility) yang jauh lebih ideal pada pagi hari untuk keselamatan penerbangan," kata Tjhai Chui Mie.

Gangguan Bandara Berdampak pada Perekonomian

Tjhai mengatakan operasional Bandara Singkawang yang terganggu selama sekitar satu bulan telah berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi sektor transportasi, tetapi juga pariwisata, perhotelan, usaha kuliner, dan restoran yang bergantung pada mobilitas masyarakat dari luar daerah.

"Langkah-langkah ini kami upayakan demi pergerakan perekonomian Kota Singkawang. Selama satu bulan bandara tidak beroperasi, dampaknya sangat terasa pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha kuliner dan restoran," ujarnya.

Penerbangan Pagi Jadi Solusi Jangka Pendek

Pemkot Singkawang sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai untuk membahas penerbangan pagi sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu pemasangan Instrument Landing System (ILS).

"Kami akan terus berkomitmen dan memberi dukungan penuh agar Bandara Singkawang dapat segera beroperasi kembali secara normal seperti sediakala," katanya.

Pemkot memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama sehingga penentuan waktu penerbangan akan menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan.

Pemerintah daerah berharap penyesuaian operasional tersebut dapat memulihkan konektivitas udara dari dan menuju Singkawang sekaligus membantu aktivitas perekonomian daerah kembali bergerak.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026