HOME  ⁄  Nasional

Abang Sayur Organik Bangun Ekosistem Pangan Sehat dan Rangkul Petani Lokal di Malang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Abang Sayur Organik Bangun Ekosistem Pangan Sehat dan Rangkul Petani Lokal di Malang
Foto: Pendiri dan Pemilik Abang Sayur Organik Diyah Rahmawati, salah satu peserta SDG Certified Leadership Program 2026, menunjukkan produk sayur organik di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Pantau - Pendiri Abang Sayur Organik Diyah Rahmawati mengembangkan ekosistem pertanian organik di Malang, Jawa Timur, dengan menggandeng petani lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan sehat.

Usaha sosial tersebut berawal dari pemanfaatan lahan seluas enam meter persegi di halaman rumah untuk menanam sayuran organik setelah Diyah mengalami kondisi kritis saat hamil.

Diyah kemudian menyewa dan mengolah lahan kosong seluas 1.000 meter persegi di Kelurahan Cemorokandang setelah melihat meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan organik.

"Sepertinya, saya ini hanya tubuh yang dipinjam untuk memperkenalkan pertanian organik," ungkap Diyah.

Petani Lokal Dilibatkan dalam Ekosistem Organik

Abang Sayur Organik berkembang dengan memasarkan produk langsung kepada konsumen melalui skema business to consumer (B2C) serta memasuki pasar business to business (B2B).

Diyah juga menggandeng petani lokal di Malang Raya sebagai mitra dengan membeli hasil panen mereka untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi petani.

Produk yang dipasarkan mencakup sayuran hijau, beras organik, umbi-umbian, telur ayam kampung, tempe organik, hingga produk olahan sehat seperti smoothie siap saji.

"Merawat sayur organik itu seperti kita merawat manusia," ujar Diyah.

Teknologi Digunakan untuk Pantau Produksi

Setiap bedeng tanaman di kebun Abang Sayur Organik dilengkapi kode QR yang terhubung dengan catatan harian petani untuk memantau proses produksi.

Sistem tersebut mencatat sejumlah informasi mulai dari jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga jumlah hasil panen setiap bedeng.

Diyah kemudian menerapkan sistem pencatatan serupa kepada petani mitra sehingga karakteristik kebun dan potensi produksi masing-masing petani dapat dipantau.

Ia juga berencana membangun sistem berbasis komunitas yang mengembangkan pekarangan pangan organik agar memiliki kekuatan produksi dan akses pasar yang lebih luas.

"Yang ingin saya buat itu semacam community atau sistem yang berfokus pada pekarangan pangan organik, yang kemudian agar ini bisa menjadi satu kekuatan, bisa go to market," ungkapnya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026