
Pantau - Tingkat kecemasan konsumen di Malaysia terhadap biaya hidup menurun setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Juni 2026 membantu meredakan kekhawatiran terhadap harga minyak global, meski reformasi subsidi bahan bakar dan kenaikan tagihan utilitas masih menjadi tekanan keuangan bagi rumah tangga.
Survei Tunjukkan Penurunan Kekhawatiran Konsumen
Survei daring Rakuten Insight terhadap 1.003 responden yang dilakukan pada 13-14 Juli 2026 menunjukkan rata-rata tingkat kekhawatiran terhadap biaya hidup turun menjadi 7,46 dari skala 10.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 8,09 pada April dan 7,83 pada Maret, sebelum meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Persentase responden yang memperkirakan kondisi keuangan rumah tangga mereka akan memburuk dalam tiga bulan ke depan juga turun menjadi 39,8 persen dari sebelumnya 57,4 persen pada April.
Survei tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pergerakan harga minyak global dan ketegangan geopolitik ikut menurun setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Tekanan Domestik Masih Membayangi Rumah Tangga
Meski kekhawatiran terhadap situasi global mereda, survei mencatat inflasi dan tingginya biaya hidup masih menjadi perhatian utama masyarakat Malaysia.
Tekanan keuangan domestik dinilai masih membebani rumah tangga, terutama di tengah reformasi subsidi bahan bakar dan kenaikan biaya utilitas.
Survei juga menemukan perilaku belanja masyarakat mulai kembali normal dengan semakin sedikit konsumen yang berencana mengurangi pengeluaran diskresioner.
Selain itu, lebih banyak konsumen yang bersedia menggunakan tabungan atau melanjutkan pembelian yang sebelumnya sempat ditunda.
- Penulis :
- Aditya Yohan



