HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 0,64 Persen, Sentimen Global dan Isu Kepemimpinan BI Membebani Pasar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 0,64 Persen, Sentimen Global dan Isu Kepemimpinan BI Membebani Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64 persen ke level 6.091,39 pada perdagangan Rabu sore akibat terbebani sentimen global dan domestik, sementara indeks LQ45 turut turun 1,51 poin atau 0,25 persen ke level 606,52.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, “IHSG terbebani sentimen eksternal dan internal.”

Sentimen Global dan Domestik Tekan Pergerakan IHSG

Dari faktor global, bursa saham Asia bergerak variatif seiring meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke posisi AS di kawasan Timur Tengah sehingga meningkatkan eskalasi konflik setelah sebelumnya sempat terjadi jeda.

Militer AS menyatakan berhasil mencegat serangan mendadak Iran yang ditujukan kepada pasukan AS di berbagai wilayah Timur Tengah.

Militer AS bersama pasukan Arab Saudi juga melancarkan serangan di Irak yang menargetkan kelompok militan yang didukung Iran sebagai respons atas serangan pesawat nirawak yang diarahkan Iran.

Di Selat Hormuz, Iran menolak proposal Oman untuk membagi kendali jalur pelayaran dan tetap bersikeras bahwa jalur masuk serta sebagian jalur keluar berada di bawah kendali Teheran.

Pelaku pasar juga menantikan hasil keputusan kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed.

Sebesar 67,9 persen probabilitas pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Dari dalam negeri, pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI) turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Mundurnya Gubernur BI juga mendapat sorotan dari Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.

Ketiga lembaga pemeringkat kredit global tersebut menilai kredibilitas kebijakan moneter, independensi bank sentral, dan konsistensi arah kebijakan ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.

Nico mengatakan, “Pandangan dari lembaga tersebut tentunya ini menjadikan kehati-hatian pelaku pasar yang cenderung wait and see menantikan pemimpin definitif BI yang kredibel.”

Perdagangan Didominasi Pelemahan Saham

IHSG dibuka di zona merah pada awal perdagangan.

IHSG bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mencatatkan penguatan.

Sektor barang konsumen primer naik 0,19 persen.

Sektor kesehatan menguat 0,06 persen.

Sebanyak delapan sektor mengalami pelemahan.

Sektor properti menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 2,49 persen.

Sektor industri turun 2,44 persen.

Sektor transportasi dan logistik melemah 1,69 persen.

Saham dengan kenaikan harga terbesar yakni MGNA, DWGL, ECII, NEST, dan BACH.

Saham dengan penurunan harga terbesar yakni ELPI, MPRO, MCAS, BAJA, dan KOBX.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.955.000 kali transaksi.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 38,80 miliar lembar saham.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp22,95 triliun.

Sebanyak 186 saham menguat.

Sebanyak 494 saham melemah.

Sebanyak 285 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pada penutupan perdagangan di kawasan Asia, Indeks Nikkei melemah 1,03 persen ke 61.724,00, Indeks Shanghai menguat 0,40 persen ke 3.828,47, Indeks Hang Seng naik 1,96 persen ke 25.807,92, Indeks Kospi melemah 5,98 persen ke 5.663,24, dan Indeks Strait Times menguat 1,57 persen ke 5.704,54.

Penulis :
Arian Mesa