HOME  ⁄  Ekonomi

PGN Bersama Pemkab Cilegon Bangun Ekosistem Daur Ulang Sampah Plastik Berbasis Ekonomi Sirkular

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PGN Bersama Pemkab Cilegon Bangun Ekosistem Daur Ulang Sampah Plastik Berbasis Ekonomi Sirkular
Foto: (Sumber :Dua orang petugas memperagakan pengolahan daur ulang sampah plastik melalui Program Rumah Hijau Nusantara kolaborasi PT PGN, Pemkab Cilegon dan komunitas warga di Kabupaten Cilegon, Banten, Rabu (29/7/2026). ANTARA/HO-PT PGN.)

Pantau - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bersama Pemerintah Kota Cilegon, Banten, dan komunitas wilayah operasi membangun ekosistem daur ulang sampah plastik melalui Program Rumah Hijau Nusantara untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Kolaborasi Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik

Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan Program Rumah Hijau Nusantara merupakan kelanjutan berbagai inisiatif perusahaan dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Krisdyan mengungkapkan, “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat.”

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon untuk memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk.

PGN menyerahkan mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah guna meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.

Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara telah mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.

Krisdyan mengatakan, "Keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat."

Dorong Hilirisasi dan Perluasan Pasar

Krisdyan berharap program tersebut tidak berhenti pada penyediaan sarana pengolahan sampah, tetapi mampu menciptakan ekosistem yang memberikan dampak berganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Krisdyan mengungkapkan, “Produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”

PGN juga akan berperan sebagai penghubung offtaker bagi sebagian produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah melalui program pendampingan UMKM dan komersialisasi pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon Sabri Malyudin mengatakan tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pembentukan budaya peduli lingkungan.

Sabri mengungkapkan, “Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar yang berkelanjutan.”

Sabri menilai kolaborasi dengan Dinas Koperasi dapat memperluas pemasaran produk melalui berbagai pameran dan kegiatan daerah serta berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan