HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina dan Pemprov Jawa Barat Berkolaborasi Mengolah Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon dan Biomethane

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertamina dan Pemprov Jawa Barat Berkolaborasi Mengolah Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon dan Biomethane
Foto: Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara PT Pertamina (Persero) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengolah sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel (sumber: Pertamina)

Pantau - PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengolah sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel sebagai upaya membangun ekosistem hidrogen terintegrasi sekaligus membantu penyelesaian persoalan sampah di Jawa Barat.

Kesepakatan kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Pengolahan Sampah Menjadi Energi Bersih

Sampah yang diolah di TPA Sarimukti akan menghasilkan biogas.

Biogas tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi biomethane dan hidrogen rendah karbon sebagai bagian dari pembangunan ekosistem waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi.

Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini mengungkapkan, "Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti. Sampah yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas, kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane."

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan gas metana yang berasal dari sampah di TPA Sarimukti.

Dalam skema tersebut, biogas hasil pengolahan sampah akan dipurifikasi menjadi biomethane sebelum diproses lebih lanjut menjadi hidrogen rendah karbon.

Sinergi Pertamina Group dan Mitra Internasional

Emma menjelaskan proyek tersebut merupakan bentuk sinergi di lingkungan Pertamina Group untuk menciptakan rantai nilai energi bersih yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Program tersebut akan dikerjakan bersama Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas.

Kedua subholding memiliki peran dalam penyediaan feedstock atau bahan baku, pengolahan biomethane dan hidrogen, pembangunan infrastruktur pendukung, serta distribusi dan komersialisasi produk energi yang dihasilkan.

Emma mengatakan, "Program ini akan dikerjakan bersama Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas. Masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab mulai dari penyediaan feedstock, pengolahan, pembangunan infrastruktur, hingga distribusi dan komersialisasi produk energi."

Kolaborasi tersebut juga melibatkan mitra internasional, salah satunya Hyundai dari Korea Selatan, untuk mempercepat pengembangan teknologi energi rendah karbon.

Pertamina menilai kerja sama tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang kuat antara Pertamina, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan mitra internasional dalam mengembangkan energi rendah karbon, khususnya hidrogen.

Emma mengatakan, "Kami melihat ini sebagai kolaborasi yang sangat baik antara Pertamina, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan mitra internasional dalam mengembangkan energi low carbon, khususnya hidrogen. Program ini kami harapkan menjadi percontohan dalam membangun ekosistem hidrogen di Indonesia. Apabila implementasinya berjalan dengan baik, model bisnis ini dapat diperluas dan direplikasi di berbagai daerah."

Program tersebut diharapkan menjadi proyek percontohan dalam membangun ekosistem hidrogen di Indonesia yang dapat direplikasi ke berbagai daerah apabila implementasinya berjalan sesuai rencana.

Penulis :
Leon Weldrick