
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatera Utara sebagai langkah mengantisipasi potensi krisis listrik di wilayah Sumatera.
Percepatan Dilakukan untuk Jaga Keandalan Pasokan Listrik
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan percepatan operasional PLTA Batang Toru dilakukan guna menjaga penyediaan dan keandalan energi nasional di tengah kondisi pasokan energi di Sumatera yang dinilai cukup kritis.
"Ini merupakan upaya percepatan kita untuk penyediaan dan keandalan energi secara nasional. Khususnya, kondisi energi di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, kita sudah memiliki PLTA Batang Toru yang bisa on-grid," ujar Yuliot.
Kementerian ESDM juga mengawal pemulihan infrastruktur transmisi yang terdampak bencana hidrologi pada November 2025 yang merobohkan lima menara transmisi dan merusak jaringan kelistrikan.
"Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera," katanya.
Proyek Sempat Terkendala Perizinan
Selain kerusakan infrastruktur transmisi, proyek PLTA Batang Toru senilai Rp21,6 triliun juga sempat mengalami hambatan pada aspek perizinan dan administrasi.
Kepastian kelanjutan proyek diperoleh setelah Menteri Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 pada 16 Maret 2026 yang kemudian diikuti persetujuan untuk melanjutkan konstruksi.
Kementerian ESDM berharap percepatan penyelesaian jalur transmisi dan operasional PLTA Batang Toru dapat memperkuat sistem kelistrikan Sumatera serta meningkatkan keandalan pasokan energi di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



