HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Bangun Sembilan PLTS di Maluku untuk Perkuat Ketahanan Energi Wilayah 3T

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Bangun Sembilan PLTS di Maluku untuk Perkuat Ketahanan Energi Wilayah 3T
Foto: Ilustrasi unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)

Pantau - Pemerintah membangun sembilan unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpadu di wilayah kepulauan Maluku mulai 2026 untuk memperkuat ketahanan energi masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per 15 September 2026, sembilan PLTS tersebut memiliki total kapasitas 1.270,5 kWp dan ditujukan bagi 1.303 kepala keluarga.

Pembangunan tersebar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak empat lokasi dan Kabupaten Kepulauan Aru sebanyak lima lokasi.

Empat PLTS Dibangun di Kepulauan Tanimbar

Empat PLTS di Kabupaten Kepulauan Tanimbar berada di Labobar, Romnus, Lingada, dan Nurkat yang seluruhnya terletak di Kecamatan Wuar Labobar.

PLTS Labobar berkapasitas 184,8 kWp untuk 205 kepala keluarga, sedangkan PLTS Romnus berkapasitas 138,6 kWp untuk 139 kepala keluarga.

PLTS Lingada memiliki kapasitas 138,6 kWp untuk 143 kepala keluarga, sementara PLTS Nurkat berkapasitas 184,8 kWp untuk 198 kepala keluarga.

Lima PLTS Dibangun di Kepulauan Aru

Pembangunan di Kabupaten Kepulauan Aru mencakup Warialau di Aru Utara dengan kapasitas 161,7 kWp untuk 180 kepala keluarga.

PLTS Jambu Air di Aru Tengah Selatan berkapasitas 138,6 kWp untuk 138 kepala keluarga, sedangkan Warabal di kecamatan yang sama memiliki kapasitas 138,6 kWp untuk 138 kepala keluarga.

Pemerintah juga membangun PLTS berkapasitas 77 kWp untuk 65 kepala keluarga di Lola serta PLTS 107,8 kWp untuk 97 kepala keluarga di Karawai yang keduanya berada di Aru Tengah Timur.

Pembangunan PLTS tersebut ditujukan untuk memperluas akses listrik di wilayah terpencil dan kepulauan sekaligus memanfaatkan potensi energi surya lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Program tersebut juga diharapkan mendukung kegiatan belajar pada malam hari, layanan kesehatan, fasilitas umum desa, serta aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat.

"Dengan adanya PLTS kami berharap kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi. Dengan demikian, perekonomian masyarakat setempat dapat terus tumbuh dan berkembang," ujar Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026