
Pantau - PLN menerapkan sistem Smart Microgrid di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, untuk mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan energi baterai, dan pembangkit diesel guna meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
Sistem kelistrikan Nusa Penida saat ini ditopang PLTS Suana berkapasitas 3,5 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1,8 MWh serta PLTD sebagai pendukung keandalan pasokan.
Manajer PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan integrasi berbagai sumber energi tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan.
“Transisi menuju energi bersih harus berjalan beriringan dengan keandalan. Dari sisi pengaturan sistem, kami memastikan PLTS, BESS dan PLTD dapat beroperasi secara terintegrasi sesuai kondisi sistem," katanya.
BESS Simpan Energi Surya untuk Digunakan Kembali
BESS memungkinkan energi listrik yang dihasilkan PLTS ketika produksi tenaga surya tinggi disimpan dan digunakan kembali saat dibutuhkan.
Mekanisme tersebut membuat energi dari PLTS tetap dapat dimanfaatkan setelah matahari terbenam maupun ketika kebutuhan listrik masyarakat meningkat.
Sementara itu, Smart Microgrid mengatur pemanfaatan PLTS, BESS, dan PLTD berdasarkan kondisi pasokan serta kebutuhan listrik di Nusa Penida.
Sistem terintegrasi tersebut juga memungkinkan pengaturan pasokan listrik merespons perubahan produksi energi surya yang dipengaruhi kondisi cuaca.
PLN Jadikan Nusa Penida Pembelajaran Integrasi Energi Terbarukan
PLN UP2D Bali menjadikan pengoperasian sistem kelistrikan Nusa Penida sebagai pembelajaran dalam menghadapi peningkatan penggunaan pembangkit berbasis energi terbarukan.
“Ke depan, tantangannya bukan hanya menghadirkan semakin banyak energi terbarukan, tetapi juga memastikan seluruh sumber energi tersebut dapat dikelola selaras dengan kebutuhan pelanggan dan kondisi jaringan. Nusa Penida memberikan pengalaman nyata bagi kami dalam mengintegrasikan PLTS, BESS, dan pembangkit eksisting melalui pengaturan yang lebih cerdas,” ujar Petrus.
Menurut Petrus, pengembangan energi bersih tidak hanya bergantung pada penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan, tetapi juga kesiapan sistem dalam mengelola sumber energi tersebut.
Integrasi PLTS, BESS, dan pembangkit yang telah beroperasi digunakan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi terbarukan dengan kebutuhan pasokan listrik masyarakat Nusa Penida.
- Penulis :
- Gerry Eka




