HOME  ⁄  Otomotif

Tiongkok Pamerkan Teknologi Energi Hijau dan Kendaraan Listrik untuk Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tiongkok Pamerkan Teknologi Energi Hijau dan Kendaraan Listrik untuk Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN
Foto: Nanning, Tiongkok, (ANTARA/PRNewswire)- Selama Pameran Tiongkok-ASEAN (CAEXPO) ke-23

Pantau - Tiongkok memamerkan berbagai teknologi energi hijau, sistem ketenagalistrikan, dan kendaraan energi baru dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning sebagai bagian dari pengembangan kerja sama industri dengan negara-negara ASEAN.

Pameran tersebut mencakup Pameran Energi Cerdas "Dua Karbon" serta Pameran Kendaraan Energi Baru dan Kendaraan Cerdas Terhubung yang menampilkan teknologi dari sejumlah perusahaan Tiongkok.

Forum Kerja Sama dan Pengembangan Ketenagalistrikan Tiongkok-ASEAN 2026 turut digelar dengan tema "Menggalang Kecerdasan untuk Listrik Hijau, Menghubungkan ASEAN".

Wakil Ketua Umum Eksekutif China Electricity Council (CEC) Yang Kun mengajukan empat inisiatif berupa pengembangan energi hijau, inovasi digital cerdas, konektivitas lintas wilayah, dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

Guangxi Power Grid juga mengusulkan kepada Vietnam dan negara ASEAN lainnya untuk mendorong interkoneksi jaringan listrik serta pertukaran standar.

Sementara itu, pihak Laos menyebut terdapat 29 proyek ketenagalistrikan hasil kerja sama Laos-Tiongkok dengan rencana kapasitas terpasang mencapai 13.900 megawatt.

Jaringan Listrik Tiongkok-ASEAN Capai 16 Jalur

China General Nuclear Power Group (CGN) dalam CAEXPO memamerkan proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1.000 megawatt di Laos.

Dua teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir generasi ketiga yang dikembangkan Tiongkok, yakni Hualong One dan Guohe One, juga ditampilkan dalam pameran tersebut.

China Southern Power Grid dan Guangxi Power Grid membawa sistem tenaga listrik serta solusi kawasan percontohan hampir nol karbon, sedangkan CHN Energy menampilkan teknologi co-firing hidrogen dan amonia serta solusi dekarbonisasi melalui carbon capture, utilization and storage (CCUS).

Huadian turut memamerkan platform manajemen produksi cerdas untuk pembangkit listrik tenaga air dan energi baru.

Data CEC menunjukkan Tiongkok dan ASEAN telah membangun 16 jalur interkoneksi listrik lintas negara bertegangan sedikitnya 110 kilovolt.

Menurut CEC, penyeimbangan pasokan listrik hijau lintas batas telah melampaui 75 miliar kilowatt-jam dengan porsi listrik hijau lebih dari 90 persen.

Produsen Kendaraan Energi Baru Bidik Pasar ASEAN

Sektor otomotif turut menjadi bagian utama CAEXPO dengan kehadiran SAIC-GM-Wuling, Dongfeng Liuzhou Motor, dan Guangxi Automobile Group yang memamerkan kendaraan energi baru untuk pasar ASEAN.

Gotion High-tech menampilkan teknologi baterai kendaraan dan penyimpanan energi, sementara sejumlah perusahaan lainnya membawa robot las cerdas serta komponen kendaraan cerdas terhubung.

Perusahaan Tiongkok juga mengembangkan ekosistem yang mencakup manufaktur kendaraan, baterai, fasilitas pengisian dan penukaran baterai, layanan purnajual, hingga rantai pasok lokal untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi transportasi di Asia Tenggara.

Kerja sama industri Tiongkok-ASEAN dalam bidang energi dan otomotif diarahkan mencakup pengembangan sistem, standardisasi, serta sumber daya manusia di tengah berlangsungnya transformasi menuju energi dan transportasi yang lebih rendah emisi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026