HOME  ⁄  News

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur di Tengah Ketegangan Militer

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur di Tengah Ketegangan Militer
Foto: Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara (10/10/20222). Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu.

Pantau - Korea Utara menembakkan satu rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Minggu, 20 September 2026, beberapa hari setelah Pyongyang menyatakan akan merespons latihan militer yang dipimpin Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan atau JCS menyatakan rudal terdeteksi diluncurkan sekitar pukul 15.00 waktu setempat dari wilayah Wonsan.

Rudal tersebut dilaporkan terbang sejauh sekitar 450 kilometer, sementara otoritas masih melakukan analisis untuk mengetahui spesifikasi dan rincian lainnya.

Otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat disebut telah melacak serta berbagi informasi mengenai aktivitas tersebut sejak tahap awal peluncuran.

Informasi terkait peluncuran rudal itu juga dibagikan kepada Jepang.

“Kami memantau secara ketat berbagai aktivitas Korea Utara dan mempertahankan kemampuan serta kesiapan untuk merespons secara luar biasa setiap provokasi, berdasarkan postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS yang kokoh,” kata JCS.

Peluncuran Kedua dalam Sepekan

Peluncuran terbaru berlangsung sekitar sepekan setelah Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek dari wilayah yang sama menuju Laut Timur pada 12 September.

Korea Utara dua hari kemudian menyatakan telah menggelar latihan serangan daya tembak yang melibatkan unit artileri dan rudal dengan sejumlah sistem tempur baru.

Peralatan yang disebut digunakan dalam latihan tersebut mencakup drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket ganda berkaliber besar, serta rudal balistik taktis.

Rudal dalam peluncuran sebelumnya dinilai sebagai rudal balistik jarak pendek seri Hwasong-11 serta proyektil dari peluncur roket ganda berkaliber 600 milimeter.

Pyongyang Kritik Latihan Militer di Kawasan

Peluncuran berlangsung ketika Pyongyang meningkatkan kritik terhadap sejumlah latihan militer yang melibatkan Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengecam latihan maritim multinasional Pacific Vanguard yang dipimpin Amerika Serikat dan menyatakan Pyongyang akan memberikan respons secara proporsional atau lebih ofensif.

Korea Utara juga mengecam latihan bilateral Ulchi Freedom Shield antara Korea Selatan dan Amerika Serikat serta latihan trilateral Freedom Edge yang melibatkan Jepang.

Pyongyang selama ini menyebut latihan militer tersebut sebagai latihan untuk invasi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026