HOME  ⁄  Nasional

BGN Investigasi Penyebab 57 Pelajar Kendari Alami Keluhan Usai Santap MBG

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BGN Investigasi Penyebab 57 Pelajar Kendari Alami Keluhan Usai Santap MBG
Foto: SPPG Watubangga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menginvestigasi penyebab 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari Mulyadi mengatakan evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengadaan dan penerimaan bahan pangan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan.

Investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi kemungkinan pelayanan makanan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur BGN.

"Sampel makanan juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang," kata Mulyadi.

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Sampel makanan yang didistribusikan kepada para pelajar pada Jumat (18/9) telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk diperiksa.

Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan juga telah mengambil sampel dari SPPG Watubangga Baruga sebagai bagian dari pemeriksaan.

"Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium sampel makanan guna mengetahui penyebab utama kejadian itu," ucap Mulyadi.

BGN juga meminta seluruh SPPG di Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan standar keamanan pangan, termasuk memastikan kualitas bahan sebelum diolah dan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Setiap SPPG diminta konsisten menjalankan pelayanan makanan sesuai SOP yang telah ditetapkan BGN tanpa menambah maupun mengurangi ketentuan.

Pemkot Kendari Perkuat Pengawasan Bahan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan sekaligus Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari Abdul Rauf mengatakan pemerintah daerah siap berkoordinasi dengan SPPG dalam mengawasi keamanan pangan untuk program tersebut.

Pengawasan mencakup kelayakan dan kualitas sejumlah bahan pangan seperti beras, sayuran, daging, serta ikan sebelum disalurkan ke SPPG.

"Yang pasti pemkot selalu meminta koordinasi dengan SPPG kalau ada pangan yang tidak layak dan kami meminta semua dilakukan sesuai SOP dari BGN," ujar Rauf.

Pemerintah Kota Kendari juga mengapresiasi penanganan yang dilakukan petugas medis, aparat TNI-Polri, dan SPPG setelah puluhan pelajar mengalami keluhan kesehatan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026