
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendorong masyarakat bersama pemerintah melestarikan budaya Betawi agar identitas dan jati diri Jakarta tetap tumbuh di tengah perkembangan modernisasi.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat menyampaikan hal tersebut saat membuka Festival Pesona Budaya Betawi di Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026).
“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” kata Nurhidayat.
Festival Pesona Budaya Betawi digelar untuk menyongsong lima abad Kota Jakarta sekaligus menjadi ruang mengenalkan kembali kekayaan budaya Betawi kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Budaya Betawi Dikenalkan kepada Generasi Muda
Nurhidayat mengatakan budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas Jakarta yang mencakup sejarah, seni, tradisi, bahasa, kuliner, hingga kearifan lokal.
“Budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas Jakarta yang memiliki nilai sejarah, seni, tradisi, bahasa, kuliner, serta kearifan lokal yang patut kita rawat bersama,” ujarnya.
Menurut dia, festival budaya dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk tidak sekadar menyaksikan pertunjukan, tetapi juga memahami nilai kehidupan yang terkandung di dalam kebudayaan Betawi.
“Pada kesempatan kali ini kita tidak hanya menikmati sebuah pertunjukan tetapi juga belajar mengenal nilai-nilai kehidupan di dalamnya,” katanya.
Festival Didorong Digelar Berkelanjutan
Pemerintah daerah berharap kegiatan kebudayaan dapat memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus membangun semangat gotong royong dalam pelestariannya.
Festival Pesona Budaya Betawi juga menjadi bagian dari upaya menjaga akar budaya Jakarta menjelang usia lima abad kota tersebut.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun Jakarta yang maju sekaligus tetap memiliki akar budaya yang kuat,” kata Nurhidayat.
- Penulis :
- Gerry Eka




