
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengapresiasi masyarakat yang dinilai turut menjaga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa tetap aman, tertib, dan kondusif pada Minggu, 20 September 2026.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan penilaian tersebut setelah meninjau pemungutan suara di TPS Digital 51, Kecamatan Tambun Selatan.
"Pemungutan suara Pilkades hari ini berdasarkan laporan dan pantauan langsung kondisinya berjalan aman dan terkendali. Antusiasme masyarakat juga terlihat sangat tinggi," kata Asep.
Menurut Asep, tahapan pemungutan suara secara keseluruhan berlangsung tertib dan lancar tanpa gangguan berarti, baik di TPS digital maupun konvensional.
"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses berjalan tertib dan masyarakat dapat menyalurkan hak pilih dengan nyaman serta dalam situasi tetap kondusif," ujarnya.
Penataan TPS Dinilai Membantu Kelancaran Pemungutan Suara
Asep turut mengapresiasi petugas dan panitia pemungutan suara yang mengatur lokasi TPS untuk mendukung kelancaran antrean pemilih.
Salah satu lokasi yang ditinjaunya memiliki sembilan TPS dalam satu area lapangan dengan penempatan yang diatur untuk memperlancar alur pemungutan suara.
"Dengan penataan TPS yang baik, masyarakat bisa datang, memberikan hak pilih kemudian setiap prosesnya berjalan dengan tertib," katanya.
Asep meminta seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai, termasuk penghitungan suara dan penetapan pemenang.
"Kita berharap kondisi yang aman dan tertib ini terus terjaga sampai seluruh tahapan selesai, termasuk proses penghitungan suara maupun penetapan pemenang nanti," katanya.
Pemilih Dikelompokkan Maksimal 500 Orang per TPS
Camat Tambun Selatan Sopyan Hadi mengatakan pengelompokan maksimal 500 pemilih dalam setiap TPS dapat membantu mempercepat proses penghitungan dan rekapitulasi suara di tingkat desa.
"Yang TPS digital berjumlah satu TPS per desa sudah pasti selesai duluan. Yang biasa juga saya pikir cepat, karena cuma 500 pemilih per TPS. Tinggal nanti dihitung di desa masing-masing," ujarnya.
Sopyan membandingkan sistem tersebut dengan pola sebelumnya yang menggunakan satu panggung dengan jumlah pemilih jauh lebih besar.
"Kalau satu panggung itu ribet. Contoh di Desa Setia Mekar, pemilih bisa sekitar 41 ribu. Sekarang sudah lebih nyaman karena dikelompokkan per 500, tinggal dihitung di desa masing-masing," katanya.
Sopyan juga mengimbau seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menahan diri serta menerima hasil pemilihan untuk mencegah gesekan setelah penghitungan suara.
"Mudah-mudahan masing-masing paslon juga menahan diri. Siapa pun yang mendapatkan rezekinya, nanti kita lihat hasilnya," kata dia.
- Penulis :
- Gerry Eka




