HOME  ⁄  Ekonomi

Syngenta Indonesia Perkuat Inovasi Pertanian Berkelanjutan Lewat Teknologi Biostimulan untuk Budi Daya Padi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Syngenta Indonesia Perkuat Inovasi Pertanian Berkelanjutan Lewat Teknologi Biostimulan untuk Budi Daya Padi
Foto: (Sumber :Para petani menyimak pemaparan teknologi biostimulan bagi budi daya padi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Selasa (28/7/2026). ANTARA/HO-Syngenta Indonesi.)

Pantau - PT Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya mendorong inovasi pertanian berkelanjutan melalui penerapan teknologi biostimulan pada budi daya padi guna membantu petani meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen di tengah tantangan perubahan iklim.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan biostimulan "Cuprinomat" dikembangkan untuk membantu meningkatkan proses alami tanaman serta toleransi terhadap cekaman abiotik seperti panas, kekeringan, dan kondisi lingkungan yang tidak ideal.

"Kami menghadirkan solusi yang membantu tanaman tetap tumbuh optimal dalam berbagai kondisi, sehingga petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan berkelanjutan," ungkapnya saat peluncuran biostimulan "Cuprinomat" di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Teknologi Biostimulan untuk Hadapi Perubahan Iklim

Eryanto menjelaskan teknologi tersebut menawarkan tiga manfaat utama, yakni solusi lengkap tepat, pertumbuhan memikat, dan hasil melompat untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Biostimulan itu mengombinasikan asam amino, asam humat, asam fulvat, serta nutrisi mikro komprehensif yang bekerja secara sinergis untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Teknologi tersebut juga membantu memperkuat ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, dan mendukung peningkatan hasil panen.

Telah Diperkenalkan di Berbagai Daerah

Eryanto mengatakan Syngenta Indonesia telah memperkenalkan teknologi biostimulan kepada petani di Medan, Alahan Panjang, Lampung, Karawang, Indramayu, Grobogan, Jember, Lombok, Makassar, hingga terakhir di Sidrap.

Perusahaan telah menjangkau sekitar 500 petani melalui berbagai pertemuan untuk memberikan informasi mengenai manfaat teknologi tersebut.

"Berdasarkan pengamatan selama rangkaian kegiatan, tanaman yang diberi perlakuan teknologi biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan," ungkapnya.

Petani padi asal Sidrap, Jumaidi, mengatakan tanaman yang menggunakan biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan diyakini mampu menghadapi tantangan cuaca sekaligus meningkatkan hasil budi daya.

Penulis :
Ahmad Yusuf