HOME  ⁄  Ekonomi

AHY Sebut Sektor Perumahan Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AHY Sebut Sektor Perumahan Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Deretan perumahan subsidi. (ANTARA/HO - Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan).)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan sektor perumahan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional karena memiliki dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang berkualitas dan terjangkau.

AHY mengatakan percepatan pembangunan perumahan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta agar target pembangunan perumahan nasional dapat tercapai.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Program

AHY mengungkapkan, "Program ini bukan sekadar membangun rumah, melainkan juga membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus memastikan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar target pembangunan perumahan nasional dapat tercapai."

Ia menegaskan program perumahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penyaluran KPR Subsidi Terus Bertambah

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma menyampaikan masih terdapat puluhan ribu permohonan KPR subsidi yang sedang diproses hingga tahap akad.

BP Tapera juga mencatat sebanyak 21.077 unit rumah subsidi siap dibeli masyarakat, sementara pekerja sektor buruh dan karyawan swasta menjadi kelompok penerima manfaat terbesar dengan 76.715 unit KPR subsidi, disusul kelompok wirausaha sebanyak 21.192 unit.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho sebelumnya menyatakan sekitar 62 persen realisasi penyaluran FLPP pada 2025 dimanfaatkan oleh generasi Z dan milenial berusia 19 hingga 30 tahun.

Penulis :
Aditya Yohan