
Pantau - Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Papua telah menerbitkan 19 keputusan pemberian fasilitas kepabeanan hingga akhir Triwulan II Tahun 2026 dengan total nilai mencapai USD131,3 juta untuk mendukung masuknya mesin, peralatan, dan berbagai barang yang dibutuhkan proyek-proyek energi nasional, termasuk dua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Teluk Bintuni, Papua Barat yang menyerap sekitar 90 persen dari total fasilitas tersebut.
Fasilitas Kepabeanan Percepat Investasi
Kepala Kanwil Bea Cukai Khusus Papua Encep Dudi Ginanjar menjelaskan bahwa fasilitas kepabeanan tidak hanya berupa keringanan biaya impor.
Ia mengungkapkan, "Fasilitas kepabeanan bukan hanya berbicara tentang kemudahan bagi dunia usaha. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana investasi dapat berjalan lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ketika proyek strategis berkembang, lapangan kerja terbuka, usaha lokal bergerak, pendapatan masyarakat meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Papua ikut tumbuh."
Hingga Triwulan II Tahun 2026, besarnya nilai fasilitas tersebut mengantarkan Kanwil Bea Cukai Khusus Papua menempati peringkat pertama secara nasional di antara seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai dalam pemberian fasilitas bagi sektor hulu minyak dan gas bumi.
Proyek Energi Serap Ribuan Tenaga Kerja
Dua proyek yang memperoleh fasilitas kepabeanan merupakan proyek energi nasional yang diproyeksikan mampu meningkatkan produksi gas hingga 500 juta kaki kubik per hari.
Nilai ekonomi dari peningkatan produksi tersebut diperkirakan mencapai USD1,1 miliar per tahun.
Sekitar dua pertiga dari total produksi gas ditujukan untuk ekspor dengan potensi devisa mencapai sekitar USD730 juta per tahun.
Proyek-proyek tersebut juga telah menyerap sekitar 5.200 tenaga kerja sehingga memberikan dampak langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Encep menegaskan Bea Cukai akan terus hadir sebagai mitra pembangunan nasional.
Ia menegaskan, “Fasilitas kepabeanan tidak hanya berkontribusi dari sisi fiskal, tetapi juga menjadi penggerak investasi, memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan devisa negara, serta membuka lebih banyak peluang kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.”
- Penulis :
- Leon Weldrick



