HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Desak Perusahaan Minyak AS Segera Turunkan Harga Bahan Bakar untuk Konsumen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Desak Perusahaan Minyak AS Segera Turunkan Harga Bahan Bakar untuk Konsumen
Foto: (Sumber :Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. ANTARA/Binnur Ege Gürün Koçak - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak perusahaan-perusahaan minyak di negaranya segera menurunkan harga jual bahan bakar kepada konsumen di tengah ketegangan yang masih memengaruhi pasar energi global.

Trump Soroti Keuntungan Perusahaan Minyak

Trump menyampaikan desakan tersebut melalui platform Truth Social pada Senin dengan meminta perusahaan minyak segera menurunkan harga bagi konsumen.

"Kebijakan itu juga berlaku bagi perusahaan minyak lainnya ... dan turunkan harga minyak bagi konsumen (ritel) sekarang juga!" tulis Trump.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump juga menyoroti besarnya keuntungan yang diperoleh sejumlah perusahaan minyak besar di Amerika Serikat.

"Mereka menghasilkan terlalu banyak uang. Saya tidak menyukainya ... Chevron, terlalu banyak uang. ExxonMobil, terlalu banyak uang," ungkapnya.

Ia menambahkan perusahaan yang memperoleh keuntungan hingga 12 kali lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya seharusnya mengembalikan sebagian pendapatannya kepada masyarakat.

Ketegangan AS-Iran Masih Pengaruhi Pasar Energi

Desakan Trump disampaikan ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih memengaruhi pasokan serta pasar energi dunia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent pada akhir Juni telah memperingatkan para pengecer bahan bakar agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.

Amerika Serikat dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari.

Namun, pada 8 Juli Trump mengumumkan gencatan senjata tidak lagi berlaku sehingga militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan pada 12 Juli mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir.

Sehari setelahnya, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz sekaligus kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Penulis :
Aditya Yohan