
Pantau - Realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Banten, pada Semester I 2026 mencapai Rp1,19 triliun berdasarkan Laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sekaligus menyerap 5.840 tenaga kerja baru.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin menyampaikan capaian tersebut terdiri atas realisasi investasi triwulan I sebesar Rp580 miliar dan triwulan II sebesar Rp607 miliar.
Ia mengungkapkan tingginya kepercayaan investor terhadap Kabupaten Lebak diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
PMDN Mendominasi Investasi
Robertus menjelaskan realisasi investasi sebesar Rp1,19 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp885 miliar melalui 1.212 proyek dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp302 miliar dengan 192 proyek.
Ia mengungkapkan, "Kita optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,41 triliun bisa terealisasi, karena realisasi semester I tercapai Rp1,19 triliun atau 84 persen."
Pemerintah Kabupaten Lebak juga terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan berusaha dan penguatan ekosistem investasi yang didukung peraturan daerah.
Sektor Listrik Jadi Penyumbang Terbesar
Lima sektor dengan realisasi investasi terbesar di Kabupaten Lebak meliputi sektor listrik, gas dan air sebesar Rp269 miliar, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp266 miliar, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp183 miliar, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp66 miliar, serta industri logam dasar dan peralatannya Rp60 miliar.
Sementara itu, investasi asing terbesar berasal dari Tiongkok, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong.
Robertus mengungkapkan, "Kami berharap investor yang menanamkan modalnya di Lebak sebanyak-banyaknya, terlebih ditopang Tol Serang-Panimbang, Commuter Line Rangkasbitung-Jakarta, serta dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta. Kita meyakini investor itu dipastikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



