
Pantau - PT Pertamina (Persero) mengumumkan Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas, sehingga menjadi terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang memperoleh sertifikasi tersebut.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan, "Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan."
Agung menjelaskan pencapaian tersebut dinilai strategis karena standar Green Terminal diterapkan pada fasilitas energi dengan karakteristik risiko tinggi, terutama dalam kegiatan penyimpanan dan penanganan LPG.
Pertamina juga mengembangkan Terminal LPG Tanjung Sekong melalui integrasi energi surya dan rencana pemanfaatan hidrogen hijau.
Perusahaan sedang membangun fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM).
Hidrogen hijau tersebut akan dimanfaatkan di Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai bagian dari pengembangan ekosistem hidrogen Pertamina dari hulu hingga hilir.
Pertamina menargetkan enam terminal lainnya memperoleh Green Terminal Label pada masa mendatang, termasuk Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.
Agung mengungkapkan, "Sehingga ini menjadi sesuatu yang menjadi nilai tambah, keunikan, kekhasan Pertamina sehingga sustainability tadi bisa dicapai, dan dengan kolaborasi antar perusahaan semua bisa dicapai."
Terminal LPG Tanjung Sekong memiliki kapasitas penyimpanan 98 ribu metrik ton atau 196 ribu meter kubik, setara sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional, serta dilengkapi fasilitas jetty yang dapat melayani kapal berkapasitas sekitar 3.500 hingga 65 ribu Deadweight Tonnage (DWT).
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



