
Pantau - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksi pekerja swasta masih menjadi kelompok peminat terbesar rumah subsidi pada semester II 2026 melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Pekerja Swasta Masih Mendominasi Penerima FLPP
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pekerja swasta diperkirakan tetap menjadi kelompok penerima manfaat terbesar program rumah subsidi.
"Kami memperkirakan peminat terbesar tetap berasal dari kelompok pekerja swasta, yang selama ini mendominasi penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ungkap Heru Pudyo Nugroho.
Berdasarkan realisasi penyaluran sepanjang 2026, sekitar 63,11 persen penerima manfaat FLPP berasal dari pekerja swasta.
- Kelompok wiraswasta menyumbang sekitar 17,49 persen penerima manfaat.
- Kelompok PNS tercatat sebesar 8,26 persen penerima manfaat.
- Kelompok TNI dan Polri mencapai sekitar 1,52 persen penerima manfaat.
Generasi Muda Dinilai Berpotensi Tingkatkan Permintaan
BP Tapera juga melihat potensi peningkatan minat rumah subsidi dari generasi muda dan keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga.
Pekerja sektor informal dan pelaku UMKM dinilai semakin mudah mengakses pembiayaan melalui berbagai penyempurnaan kebijakan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga kota besar juga diperkirakan menjadi pasar potensial karena membutuhkan hunian terjangkau dengan akses ke pusat ekonomi.
"Dengan adanya tenor hingga 40 tahun, kemampuan beli kelompok usia muda juga diperkirakan meningkat," ujarnya.
BP Tapera mencatat pada realisasi penyaluran FLPP tahun 2025 sebanyak 278.868 unit rumah subsidi, sekitar 62 persen di antaranya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan Gen Z berusia 19 hingga 30 tahun.
Heru menilai tingginya minat tersebut menunjukkan kesadaran generasi muda untuk memiliki rumah sebagai investasi jangka panjang masih sangat tinggi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



