HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Tegaskan Penguatan Kompetensi Lulusan Penting untuk Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menaker Tegaskan Penguatan Kompetensi Lulusan Penting untuk Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja
Foto: (Sumber :Arsip foto - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) memaparkan materi saat kuliah umum di Aula Lantai IV Gedung E Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026). ANTARA FOTO/Andry Denisah/nym.)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang serta mengurangi kesenjangan antara kemampuan lulusan dan kebutuhan industri.

Penguatan Kompetensi Dinilai Jadi Kunci

Menaker Yassierli mengatakan masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja serta skill gap antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan industri.

“Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri. Karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perlu terus diperkuat agar kesenjangan tersebut dapat diatasi,” ungkap Yassierli.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Yassierli menyebut Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya memperkuat pendidikan STEM sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Ini merupakan langkah yang sangat positif dan patut didukung. Kolaborasi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia,” katanya.

Kurikulum Perlu Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Menaker menilai lulusan matematika dan ilmu pengetahuan alam memiliki peluang besar di berbagai sektor karena penguasaan sains menjadi fondasi penting dalam pengembangan STEM.

Ia menegaskan kurikulum perguruan tinggi perlu terus dievaluasi agar mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, pemecahan masalah, dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

“Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan