HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat di Tengah Sentimen Global dan Domestik, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat di Tengah Sentimen Global dan Domestik, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ws.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada pembukaan perdagangan Jumat di tengah pelaku pasar yang mencermati berbagai sentimen global dan domestik, termasuk data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta stimulus ekonomi pemerintah.

IHSG dibuka naik 8,67 poin atau 0,14 persen ke level 6.352,38.

Indeks LQ45 juga menguat 1,63 poin atau 0,26 persen ke posisi 632,49.

Sentimen Global Masih Membayangi Pergerakan Pasar

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.320-6.330, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.320-6.330, peluang melanjutkan penguatan menuju 6.377 hingga 6.420 masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus area uptrend dan 6.320, IHSG beresiko melanjutkan koreksi sehat untuk menguji area EMA50 sebelum kembali melanjutkan tren naik," ungkap Liza.

Ia mengatakan pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diperkirakan memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

"Data tenaga kerja itu diproyeksikan akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dan ekspektasi suku bunga, terutama di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi," ujarnya.

Liza menambahkan meningkatnya ketegangan geopolitik setelah muncul laporan Iran mengkaji pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

"Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global," katanya.

Stimulus Ekonomi Domestik Jadi Penopang

Dari dalam negeri, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun yang mencakup bantuan sosial, insentif transportasi, dukungan sektor pariwisata, pelatihan tenaga kerja, serta menjaga harga BBM tetap stabil hingga akhir tahun.

Selain itu, tax ratio Indonesia pada semester I 2026 meningkat menjadi 9,32 persen dibandingkan 8,42 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya atau mencapai 10,44 persen jika memasukkan PNBP SDA.

"Meski menunjukkan perbaikan, sejumlah pengamat menilai target tax ratio APBN 2026 masih menantang karena potensi restitusi pajak yang belum dibayarkan dan pola penerimaan pajak yang bersifat musiman," ujar Liza.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Eropa ditutup menguat, sedangkan Wall Street melemah dan pergerakan bursa Asia pada perdagangan pagi berlangsung bervariasi.

Penulis :
Aditya Yohan