
Pantau - Peneliti Jakarta Public Service (JPS) Rahmat Hidayat menilai transformasi layanan yang dilakukan PAM Jaya menjadi fondasi penting untuk menghadirkan akses air minum perpipaan yang modern, profesional, dan berorientasi kepada masyarakat di Jakarta.
Rahmat mengatakan pemenuhan layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus didukung bersama.
Ia mengungkapkan, "Pemenuhan layanan air bersih adalah salah satu pemenuhan kebutuhan dasar, tentu ini harus didukung bersama."
Rahmat menjelaskan transformasi yang dilakukan PAM Jaya mencakup percepatan penanganan kebocoran, digitalisasi layanan, pembangunan infrastruktur baru, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi untuk mewujudkan akses air minum perpipaan yang merata bagi seluruh warga Jakarta.
PAM Jaya juga menargetkan cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029 serta mempersiapkan langkah menuju initial public offering (IPO) pada 2027 guna memperkuat pendanaan dan mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih.
Salah satu fokus utama perusahaan adalah menurunkan tingkat non-revenue water (NRW) melalui percepatan penanganan kebocoran pipa, rehabilitasi jaringan distribusi, pembentukan district metered area (DMA), penggantian meter pelanggan, dan digitalisasi sistem pemantauan jaringan.
Berdasarkan data Jakarta Investment Centre, tingkat NRW PAM Jaya pada 2024 mencapai 46,2 persen dengan cakupan layanan air perpipaan sebesar 69,53 persen.
Melalui berbagai program revitalisasi jaringan, PAM Jaya menargetkan NRW turun menjadi 9 persen pada 2029 seiring peningkatan layanan air perpipaan di Jakarta.
Program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan volume air terjual, memperluas sambungan pelanggan baru, meningkatkan kualitas layanan, serta mengurangi kehilangan air akibat kebocoran maupun penggunaan ilegal.
Hingga Juni 2025, PAM Jaya telah melayani 1.184.086 pelanggan standar, 11.927 pelanggan korporasi, dan 401.820 pelanggan kategori zero and low customer.
Rahmat menilai transformasi yang dilakukan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun layanan air minum yang modern dan berorientasi kepada masyarakat.
Ia mengatakan, "Upaya yang dilakukan PAM Jaya patut diapresiasi. Kita melihat bagaimana perusahaan ini tidak hanya fokus memperluas jaringan perpipaan, tetapi juga serius membenahi persoalan mendasar seperti kebocoran jaringan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan besar."
Menurut Rahmat, keberhasilan menekan NRW akan berdampak signifikan terhadap efisiensi operasional perusahaan sekaligus mempercepat perluasan layanan tanpa harus selalu menambah kapasitas produksi air.
Ia mengungkapkan, "Penanganan kebocoran dilakukan dengan cepat sebagai bagian dari strategi menekan NRW sehingga air yang diproduksi benar-benar sampai kepada masyarakat."
Rahmat juga memberikan apresiasi kepada Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin yang dinilainya aktif turun langsung meninjau titik kebocoran di lapangan.
Ia mengatakan, "Gaya kepemimpinan Direktur Utama PAM Jaya yang tidak hanya duduk di belakang meja. Beliau kerap turun langsung meninjau titik-titik kebocoran, baik siang maupun malam, bahkan pada hari libur. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, dan memastikan setiap gangguan layanan segera ditangani."
Rahmat menambahkan, "Ketika pimpinan memberikan teladan dengan turun langsung ke lapangan, semangat kerja pegawai ikut meningkat. Masyarakat pun dapat melihat bahwa perusahaan benar-benar hadir menyelesaikan persoalan, bukan sekadar menerima laporan."
- Penulis :
- Aditya Yohan



