
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan sekadar capaian administratif, melainkan standar moral untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
AHY menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Jumat, saat memberikan keterangan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan negara yang berintegritas.
Ia mengungkapkan, “WTP ini bukan tujuan akhir, melainkan sebuah standar moral, sebuah standar keuangan negara yang sejatinya harus kita capai. Jadikan ini sebagai penyemangat untuk terus memperbaiki diri.”
WTP Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola
AHY memberikan apresiasi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas pelaksanaan pemeriksaan dan berbagai rekomendasi strategis yang diberikan kepada Kemenko IPK.
Menurutnya, proses pemeriksaan menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menambahkan berbagai rekomendasi BPK akan menjadi dasar untuk memperkuat good governance, meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.
Anggaran Negara Harus Tepat Sasaran
AHY menegaskan setiap rupiah anggaran negara harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Ia mengungkapkan, “Setiap rupiah bukan hanya bisa dipertanggungjawabkan, melainkan benar-benar tepat sasaran.”
AHY juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengendalian intern, optimalisasi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Ia mengungkapkan, “Tata kelola keuangan ini adalah isu yang sensitif. Keuangan negara sejatinya bersumber dari rakyat, sehingga setiap warga negara memiliki hak untuk mengetahui untuk apa keuangan negara ini digunakan.”
AHY berharap pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun 2025 menjadi pijakan untuk meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan akuntabel.
- Penulis :
- Aditya Yohan



