
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama di berbagai sektor dengan potensi ekonomi diperkirakan mencapai Rp20,2 triliun yang ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, pada Kamis.
Kerja sama tersebut mencakup sektor perdagangan, pangan, industri, jasa keuangan, ekonomi kreatif, serta dukungan terhadap proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.
Penandatanganan naskah kerja sama teknis juga dilakukan oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), asosiasi, serta bupati dan wali kota.
Potensi ekonomi sebesar Rp20,2 triliun merupakan agregasi berbagai bentuk potensi kerja sama dan tidak seluruhnya berupa transaksi tunai maupun investasi baru yang terjadi dalam satu waktu.
Ahmad Luthfi berharap perjanjian kerja sama tersebut dapat segera direalisasikan untuk membantu menghadapi keterbatasan fiskal serta dinamika geopolitik dunia.
Potensi Kerja Sama di Berbagai Sektor
Pada sektor pangan, kerja sama membuka potensi perdagangan komoditas dari Jawa Tengah ke Kalimantan Timur yang meliputi sekitar 778 ton telur, sekitar 873 ton daging ayam, sekitar 321,6 ton bawang merah, dan sekitar 6.119 ton beras.
Potensi transaksi pada sektor pangan diperkirakan mencapai sekitar Rp237,75 miliar.
Kerja sama juga mencakup pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan dengan potensi nilai sekitar Rp2,1 triliun per tahun.
Pada sektor perindustrian dan perdagangan, potensi kerja sama diperkirakan mencapai sekitar Rp36 miliar per tahun.
Di sektor kelautan dan perikanan, kerja sama diarahkan untuk memperkuat perdagangan dan rantai pasok dengan nilai potensi sekitar Rp2,238 miliar per tahun.
Pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, estimasi transaksi langsung diperkirakan mencapai sekitar Rp21 miliar per tahun dengan multiplier effect sekitar Rp36 miliar per tahun.
Sinergi BUMD dan Dukungan untuk IKN
Dari sisi BUMD, salah satu potensi aktivitas bisnis terbesar berasal dari sinergi antara Bank Jateng dan Bank Kaltimtara dengan potensi bisnis diperkirakan mencapai sekitar Rp15 triliun per tahun.
Kerja sama juga dilakukan antara Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim melalui skema co-guarantee untuk mendukung proyek di IKN.
Total proyeksi nilai proyek yang didukung melalui kerja sama tersebut mencapai sekitar Rp1,34 triliun.
Proyeksi imbal jasa penjaminan dari kerja sama Jamkrida diperkirakan mencapai sekitar Rp3,452 miliar per tahun.
Rudy Mas'ud menyebut kolaborasi tersebut saling menguntungkan karena Jawa Tengah memiliki keunggulan pada sektor industri pengolahan dan UMKM, sedangkan Kalimantan Timur memiliki keunggulan pada sumber daya alam.
"Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan juga bisa dicontoh di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Supaya kita tidak tergantung dengan APBN ataupun dana transfer pusat ke daerah," ungkap Rudy Mas'ud.
- Penulis :
- Arian Mesa



