
Pantau - Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro meyakini kepastian kuota produksi melalui revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 dapat memulihkan sektor pertambangan yang pada triwulan II-2026 menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi.
Kepastian RKAB Jadi Aspirasi Utama Pelaku Usaha
Kadin Indonesia menilai kepastian RKAB menjadi salah satu fokus utama organisasi dalam menjaga keberlanjutan sektor pertambangan.
Dalam Strategic Response Meeting (RSM) Kadin, kepastian RKAB menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan para pelaku usaha.
Widiyanto menyampaikan, "Kami melihatnya optimistis. Artinya, ini tinggal masalah kebijakan."
Berdasarkan catatan Kadin, rencana pemangkasan produksi nikel dalam RKAB 2026 berpotensi menyebabkan kehilangan ekspor produk turunan nikel sebesar 3,5 juta hingga 5 juta ton.
Untuk mendorong kepastian RKAB, Kadin telah berdiskusi dengan pemerintah.
Kadin juga telah merumuskan usulan dan masukan dari para pelaku usaha untuk disampaikan kepada pemerintah.
"Ini menjadi masukan kepada pemerintah. Kami cukup banyak forum dan ruang-ruang diskusi yang bisa kami lakukan untuk menyampaikan itu," ungkap Widiyanto.
Sektor Pertambangan Masih Terkontraksi
Pernyataan Widiyanto disampaikan menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026.
BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2025 sebesar 5,12 persen.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 melambat dibandingkan triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen.
Hampir seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif.
Sektor pertambangan dan penggalian menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi sebesar 1,64 persen pada triwulan II-2026.
Perlambatan sektor pertambangan dinilai terjadi akibat pembatasan kuota produksi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan tidak ada tambahan kuota produksi nikel.
Pengecualian tambahan kuota produksi nikel hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan smelter yang masih kekurangan pasokan bijih nikel.
Sementara itu, tambahan kuota produksi batu bara diberikan untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik PT PLN (Persero).
- Penulis :
- Arian Mesa
- Editor :
- Arian Mesa



