
Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster mulai menggarap tata kelola untuk menjadikan Bali sebagai hub atau penghubung ekspor dari berbagai provinsi di Indonesia dengan memanfaatkan akses internasional yang dimiliki Pulau Dewata serta penguatan ekosistem ekspor melalui kolaborasi lintas lembaga.
Koster menyampaikan bahwa secara alami Bali sudah menjadi hub ekspor, namun status tersebut belum bersifat formal.
Ia menilai Bali memiliki akses dan jenama yang kuat sehingga berpeluang besar meningkatkan ekspor berbagai produk dari daerah lain.
Koster mengungkapkan, "Mengapa ekspornya melalui pintu Bali? Karena nama Bali ini terkenal dan standar mutunya dipertanggungjawabkan. Kalau sudah sertifikat ekspor dari sini (Bali) itu laku."
Bandara Ngurah Rai Jadi Andalan Ekspor
Salah satu keunggulan Bali sebagai hub ekspor adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang memiliki banyak rute penerbangan internasional.
Berdasarkan data pengelola bandara hingga 12 Juli 2026, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 42 rute internasional yang dioperasikan oleh 43 maskapai nasional dan internasional.
Selain mengangkut penumpang, penerbangan internasional langsung juga dinilai memiliki peluang besar untuk mengangkut kargo ekspor.
Dengan keunggulan tersebut, eksportir dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua dapat memanfaatkan Bali sebagai pintu ekspor ke berbagai negara.
Penguatan Ekosistem dan Fasilitas Pendukung
Untuk mendukung ekosistem Bali sebagai hub ekspor, pembangunan zona inti Pusat Kebudayaan Bali akan mulai memasuki tahap tender pada akhir 2026.
Proses konstruksi zona inti tersebut ditargetkan dimulai pada Desember 2026.
Pembangunan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2027.
Salah satu fasilitas yang akan dibangun di kawasan itu adalah gedung Bali Expo sebagai pendukung aktivitas promosi dan perdagangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, nilai ekspor barang Bali pada Januari–Juni 2026 mencapai 280,5 juta dolar AS.
Nilai tersebut turun 0,88 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2025 yang tercatat sebesar 283 juta dolar AS.
Untuk memperkuat Bali sebagai hub ekspor, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Bali menandatangani sinergi dengan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Penandatanganan sinergi dilakukan oleh Ketua Umum DPD GPEI Bali Anak Agung Ngurah Aditya Pradnyana Sunu dan Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani.
GPEI Bali juga menandatangani kerja sama dengan Ketua Kadin Bali I Made Ariandi, Ketua Hipmi Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, serta Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bali Heri Yuwono.
- Penulis :
- Leon Weldrick



