HOME  ⁄  Geopolitik

China Harapkan Suahasil Nazara Hadiri Pertemuan Menteri Keuangan APEC di Hong Kong

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

China Harapkan Suahasil Nazara Hadiri Pertemuan Menteri Keuangan APEC di Hong Kong
Foto: Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Komite Partai Komunis China Tsinghua Qiu Young di Universitas Tsinghua, Beijing pada Jumat 18/9/2026 (sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pantau - Pemerintah China berharap Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadiri pertemuan para menteri keuangan negara anggota APEC yang dijadwalkan berlangsung di Hong Kong pada Oktober 2026.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan permintaan mengenai kehadiran Suahasil disampaikan pihak China dalam perbincangan saat kunjungannya ke Beijing.

"Dalam perbincangan saya, mereka tanya, 'Bisa tidak Pak Menteri Suahasil hadir di APEC Ministerial Meeting di Hong Kong?' Saya telepon Pak Sua, dan Pak Sua akan hadir. Mereka senang," ungkap Luhut kepada ANTARA di Beijing, Jumat (18/9).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Luhut bertemu dengan sejumlah pejabat Pemerintah China.

APEC dan Kelanjutan Panda Bond

Dalam kunjungannya, Luhut antara lain bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sekretaris Jenderal Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Dongfeng, serta Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Zheng Shanjie.

Pertemuan para menteri keuangan negara anggota APEC direncanakan berlangsung di Hong Kong pada Oktober 2026 menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Shenzhen pada November 2026.

KTT APEC tersebut berpotensi mempertemukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, dan sejumlah pemimpin dunia lainnya.

Selain mengharapkan kehadiran Suahasil dalam pertemuan APEC, pihak China disebut berharap Indonesia dapat melanjutkan Panda Bond.

"Juga mereka ingin agar Pak Sua melanjutkan Panda Bond dan Pak Sua mau, jadi mereka senang sekali," kata Luhut.

Luhut yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi disebut memiliki hubungan erat dengan sejumlah pejabat Pemerintah China.

Dalam pertemuan dengan Wang Yi, Luhut mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian pihak China adalah kepastian aturan di Indonesia.

"Saat pertemuan dengan Menlu Wang Yi, dia hanya minta kepastianlah, kepastian aturan. Kalau ada perubahan aturan, jangan tiba-tiba. Mereka juga paham aturan bisa berubah, tapi jangan kaget-kaget. Ya, saya jelaskan karena Indonesia masih dalam masa transisi. Sekarang setelah satu-dua tahun sudah mulai ada aturan tetap," ujar Luhut.

Global South dan Ketidakpastian Geopolitik

Selain berkunjung ke Beijing, Luhut menghadiri undangan Dewan Ekonomi dan Sosial China (CESC) di Hangzhou pada 15 September 2026.

Pertemuan tersebut diikuti perwakilan dari 20 negara dan menjadi forum untuk bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan global.

Menurut Luhut, negara-negara Global South memiliki keinginan memperkuat persatuan di tengah kondisi dunia yang semakin terfragmentasi.

Luhut juga menyinggung ketidakpastian mengenai perang Iran-AS dan waktu pembukaan kembali Selat Hormuz yang dinilainya memiliki dampak luas serta sulit diprediksi.

"Di sana ada 20 negara, jadi kita bertukar pandangan. Saya baca di sana negara-negara Global South ingin bersatu karena sekarang dunia terfragmentasi, ketidakjelasan soal perang Iran-AS dan kapan Selat Hormuz dibuka. Dampaknya masih luas dan susah diprediksi," ungkapnya.

Dalam menyikapi kondisi geopolitik tersebut, Luhut mengatakan Indonesia tetap berpegang pada prinsip tidak berpihak kepada satu blok kekuatan tertentu dan aktif menjalin kerja sama dengan semua negara.

Luhut juga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi Indonesia yang menurutnya menjadi modal menghadapi situasi global.

"Modal kita cukup kuat: ekonomi tumbuh 5,1 persen, inflasi terkendali di bawah 3 persen, rasio utang masih di bawah 40 persen, jauh lebih sehat dari banyak negara maju," kata Luhut.

Dalam kunjungan tersebut, Luhut didampingi Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Sekretaris Eksekutif DEN Setiwan Hario Seto, Direktur Eksekutif DEN Mochammad Firman Hidayat, anggota DEN Heriyanto Irawan, Penasihat Khusus Bidang Hubungan Internasional Jona Widhagdo Putri, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026