HOME  ⁄  Ekonomi

Otorita IKN Mengungkap Investasi Swasta Capai Rp74,54 Triliun dari 67 Investor

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Otorita IKN Mengungkap Investasi Swasta Capai Rp74,54 Triliun dari 67 Investor
Foto: Kapala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan penanaman pohon di kawasan ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupeten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (sumber: dokumen Humas Otorita IKN)

Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut sebanyak 67 investor swasta telah menanamkan investasi senilai Rp74,54 triliun untuk pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Basuki Hadimuljono selaku Kepala Otorita IKN menyampaikan capaian tersebut saat membahas potensi kolaborasi dan peluang investasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Jumat.

Basuki mengungkapkan, "Hingga saat ini, estimasi investasi swasta yang telah masuk IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor."

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta para bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah.

Pembiayaan dan Peluang Kolaborasi

Basuki menjelaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya didanai melalui investasi swasta.

Ia mengatakan sumber pembiayaan pembangunan IKN juga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta hibah.

Menurut Basuki, hingga saat ini nilai proyek yang menggunakan skema KPBU tercatat sekitar Rp134,22 triliun.

Basuki menegaskan Otorita IKN membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ia menyatakan sinergi antardaerah menjadi faktor penting untuk memperkuat ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

Peluang kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada sektor investasi.

Kerja sama juga mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata untuk mendukung pengembangan kawasan IKN.

Insentif Fiskal dan Harapan Jawa Tengah

Basuki menegaskan setiap investor yang masuk ke IKN akan memperoleh pelayanan dari Otorita IKN.

Ia mengatakan, "Investor yang masuk selalu dilayani, apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nanti akan ada insentif fiskal."

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan di Jawa Tengah selama ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Ahmad Luthfi berharap semangat kolaboratif tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dengan Otorita IKN untuk memperkuat sinergi dalam mendorong investasi, memperluas peluang kerja sama antardaerah, serta menciptakan manfaat ekonomi yang saling mendukung bagi pembangunan IKN maupun daerah.

Penulis :
Arian Mesa