HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Probolinggo Perkuat Edukasi dan Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Karhutla Bromo

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Probolinggo Perkuat Edukasi dan Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Karhutla Bromo
Foto: (Sumber :Bupati Probolinggo Mohammad Haris (kiri) saat berbincang dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di kawasan Gunung Bromo, Minggu (9/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperkuat edukasi kepada masyarakat dan menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan pencegahan karhutla tidak hanya perlu menyasar wisatawan, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi, termasuk masyarakat Tengger.

"Insya Allah kami nanti dari pemerintah daerah siap melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar. Ini yang paling penting karena ini bukan hanya terkait dengan wisatawan, tetapi juga edukasi terhadap masyarakat sekitar, masyarakat Tengger dan lain sebagainya," kata Haris dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Menurut Haris, keterlibatan masyarakat diperlukan karena cuaca panas dan kering serta angin kencang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

"Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan Bromo, terlebih saat kondisi cuaca panas dan kering disertai angin kencang, potensi kebakaran menjadi semakin tinggi," tuturnya.

Selain memperkuat edukasi, Pemkab Probolinggo mengusulkan penyusunan peta risiko karhutla dan penerapan sistem peringatan dini untuk mendeteksi ancaman kebakaran lebih cepat.

Instrumen tersebut diharapkan membantu pemerintah dan masyarakat mengambil langkah mitigasi sebelum kebakaran meluas.

"Kami juga berharap ada peta risiko dan ada early warning untuk ke depan. Insya Allah nanti kami siapkan, pemerintah daerah akan support penuh agar karhutla tidak terjadi lagi," katanya.

Upaya pencegahan tersebut dilakukan setelah kebakaran melanda kawasan Gunung Bromo dan mendorong pemerintah memperkuat penanganan darat maupun udara.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau karhutla di Bromo pada Minggu (9/8/2026) meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu puntung rokok atau yang lebih nakal lagi land clearing, terutama di luar Jawa," katanya dengan tegas.

Kawasan TNBTS ditutup sementara secara total agar petugas dapat berkonsentrasi melakukan pemadaman sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.

Pemerintah juga mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan operasi water bombing dengan rencana hingga 30 kali penyiraman dari udara.

Pemadaman udara dilakukan untuk menjangkau titik api yang berada di lereng dan lokasi yang sulit dicapai petugas darat.

"Mohon doa supaya cuaca terbaik, supaya nanti bisa genap 30 dan titik-titik api itu bisa dipadamkan. Terutama di lereng yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat," ujar Raja Juli.

Selain pemadaman melalui udara, petugas melakukan penanganan dari darat dengan membuat sekat bakar di sejumlah titik.

Medan yang terjal serta kondisi angin kencang menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan kebakaran di kawasan Bromo.

Pemerintah daerah menyatakan akan mendukung penuh penguatan mitigasi agar kejadian karhutla di kawasan wisata dan konservasi tersebut tidak kembali terulang.

Penulis :
Aditya Yohan