HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.795 per Dolar AS saat Ketidakpastian Timur Tengah Mendorong Harga Minyak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.795 per Dolar AS saat Ketidakpastian Timur Tengah Mendorong Harga Minyak
Foto: (Sumber :Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc..)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.755 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai ketidakpastian geopolitik kembali memberikan tekanan terhadap rupiah karena turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timteng yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia. Saat ini 83,21 dolar AS per barel dibandingkan penutupan minggu lalu di 77 dolar AS per barel,” ujar dia kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ketegangan Selat Hormuz Membayangi Pasar

Ketidakpastian di Timur Tengah turut dipengaruhi perkembangan mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz yang masih mengalami kebuntuan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga AS memenuhi tuntutan Iran, termasuk mengakhiri blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Iran telah melakukan perundingan dengan Oman dan mencapai kesepahaman mengenai peta jalur pelayaran, sementara konsultasi masih berlangsung untuk menyelesaikan sejumlah persoalan teknis dalam pernyataan bersama.

Sejumlah mekanisme juga akan dibentuk untuk memastikan keselamatan lalu lintas maritim, melindungi lingkungan, serta menangani “kejahatan maritim.”

Rupiah Diprediksi Bergerak hingga Rp17.850

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar tengah menantikan data penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh sebesar 1,8 persen.

Pergerakan harga minyak dunia dan perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi faktor yang turut diperhatikan pasar dalam menentukan arah rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf