HOME  ⁄  Nasional

Komisi VII DPR Mendorong Tiga Gili NTB Jadi Magnet Wisman untuk Pemerataan Pariwisata

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi VII DPR Mendorong Tiga Gili NTB Jadi Magnet Wisman untuk Pemerataan Pariwisata
Foto: (Sumber :Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Gili Meno, Lombok, NTB, Senin sore (10/8/2026). Foto : Tari/Andri.)

Pantau - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong penguatan Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai destinasi unggulan untuk memperluas sebaran wisatawan mancanegara yang selama ini banyak terkonsentrasi di Bali.

Saleh menyampaikan hal tersebut saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Gili Meno, Lombok, NTB, Senin sore (10/8/2026).

Menurut Saleh, tiga kawasan Gili memiliki daya tarik kuat dan telah menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara sehingga berpotensi memperkuat posisi NTB dalam peta pariwisata internasional.

“Jadi sebetulnya kita tahu bahwa tempat Gili Meno ini dan juga Gili Air dan Gili Trawangan itu adalah tempat favorit sekarang, yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” ujar Saleh.

Tiga Gili Didorong Jadi Alternatif Bali

Saleh menilai momentum peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan lebih banyak destinasi Indonesia di luar Bali.

Ia mengatakan musim panas di Eropa turut meningkatkan mobilitas wisatawan mancanegara dan menjadi peluang bagi kawasan Gili untuk menarik lebih banyak pengunjung.

“Jadi karena ini menjadi tempat favorit dan sekarang sedang musim summer di Eropa dan karena itu banyak dari turis-turis mancanegara yang datang ke sini, maka tentu kita ingin tahu lebih jauh bagaimana kunjungan wisatawan mancanegara itu ketika mereka datang ke sini,” jelasnya.

Saleh menilai wisatawan asing tidak seharusnya hanya mengenal Bali maupun destinasi populer lainnya karena daerah seperti NTB juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“sehingga wisatawan yang datang dari luar negeri tidak hanya kenal Bali saja atau tempat-tempat yang sudah sangat populer yang lainnya, seperti katakanlah Labuan Bajo misalnya. Jadi mereka nanti kita mungkin arahkan ke sini,” katanya.

Menurut Saleh, pemerataan kunjungan wisatawan membutuhkan dukungan kebijakan, program, anggaran, regulasi, dan pengelolaan destinasi yang memadai.

“Dan karena itulah kita menampung aspirasi, masukan dan juga hal-hal yang ingin dilakukan dan dibenahi oleh pemerintah kita. Mulai dari program kerjanya, penganggarannya sampai regulasinya,” ungkap Saleh.

Kunjungan Wisatawan Capai 1,4 Juta per Tahun

Komisi VII DPR RI juga menyerap aspirasi pemerintah daerah untuk mengetahui kebutuhan yang dapat didukung dalam pengembangan pariwisata dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kita dengar semua apa yang ingin mereka lakukan dan apa yang sudah mereka lakukan dan kira-kira ke depan apa yang mendesak dibutuhkan oleh mereka yang bisa dibantu oleh Komisi Tujuh,” tuturnya.

Saleh mengapresiasi tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara karena menunjukkan kawasan Gili memiliki daya tarik yang mampu bersaing sebagai destinasi internasional.

“Alhamdulillah tadi kita merasa senang karena tingkat kunjungan wisatawan mancanegara semakin hari semakin baik. Nah ini tentu kan kabar baik kita,” katanya.

Menurut Saleh, tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut telah mencapai sekitar 1,4 juta orang per tahun sehingga menjadi potensi besar untuk mendorong perekonomian masyarakat.

“Dan ini tingkat kunjungannya kan sudah sampai 1,4 juta setahun. Itu kan berarti besar. Jadi ini potensi yang sangat besar dalam rangka meningkatkan kerekonomian masyarakat,” pungkas Saleh.

Penulis :
Ahmad Yusuf