
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua mencatat transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1,12 miliar selama Festival Kopi (Feskop) Papua ke-9 Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Kota Jayapura, Papua.
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Warsono mengatakan capaian transaksi tersebut menjadi salah satu hasil positif dari penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026.
"Secara keseluruhan, penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026 mencatat sejumlah capaian yang membanggakan, salah satunya omzet transaksi UMKM mencapai Rp1.126.558.000," ungkap Warsono.
Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kopi Papua, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM dan perluasan akses pasar.
Transaksi QRIS Tembus Rp706 Juta
Secara terperinci, omzet transaksi UMKM selama Festival Kopi Papua 2026 mencapai Rp1.126.558.000.
Transaksi melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) selama festival tercatat mencapai Rp706.734.000.
Festival Kopi Papua 2026 juga berhasil menarik sekitar 14.000 pengunjung dan menghasilkan business matching atau pencocokan bisnis senilai Rp2.455.000.000.
"Selain itu Festival Kopi Papua 2026 juga berhasil menarik sekitar 14.000 pengunjung serta menghasilkan business matching senilai Rp2.455.000.000," kata Warsono.
Sebanyak 60 UMKM terlibat dalam festival tersebut dengan sektor usaha meliputi kopi, makanan dan minuman (F&B), kerajinan, serta fesyen.
Salah satu lokasi pameran kopi dalam Festival Kopi Papua 2026 berada di Halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura.
Kopi Papua Dipromosikan ke Pasar Internasional
Promosi kopi Papua dalam rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga dilakukan melalui sejumlah ajang internasional.
"Selain pasar domestik, promosi kopi Papua juga dilakukan melalui tiga ajang internasional, yakni World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok," ungkap Warsono.
Tiga ajang tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kopi Papua ke pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha.
BI Papua berharap kolaborasi dan jejaring yang terbentuk selama Festival Kopi Papua 2026 dapat menjadi awal bagi tindak lanjut yang berkelanjutan.
BI Papua juga akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis untuk mendorong perkembangan UMKM di Papua.
"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis untuk mendukung pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua ke pasar yang lebih luas," kata Warsono.
Sinergi tersebut akan difokuskan pada pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, peningkatan akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua ke pasar yang lebih luas.
- Penulis :
- Shila Glorya



