HOME  ⁄  Ekonomi

ATI Mendorong Penyempurnaan Regulasi untuk Menjaga Investasi dan Keberlanjutan Jalan Tol

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ATI Mendorong Penyempurnaan Regulasi untuk Menjaga Investasi dan Keberlanjutan Jalan Tol
Foto: (Sumber :Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan Asosiasi Tol Indonesia (ATI) di Jakarta, Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-ATI..)

Pantau - Asosiasi Tol Indonesia (ATI) mendorong penyempurnaan regulasi untuk menjaga keseimbangan kualitas pelayanan, keselamatan pengguna, kepastian investasi, dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan tol nasional.

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menyampaikan dorongan tersebut dalam pembahasan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan ATI di Jakarta.

"Pentingnya penyempurnaan regulasi untuk menjaga keseimbangan antara kualitas pelayanan, kepastian investasi, dan keberlanjutan infrastruktur," kata Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

ATI Dorong Iklim Investasi Jalan Tol yang Sehat

Rivan mengatakan industri jalan tol telah berkembang dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional yang menunjang mobilitas, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan wilayah.

Menurut dia, peningkatan pelayanan dan keselamatan pengguna jalan perlu berjalan selaras dengan keberlanjutan investasi melalui penyelarasan kebijakan.

"Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif," ujarnya.

Rivan mengatakan forum tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pembentukan working group maupun penyelenggaraan FGD secara berkala.

"Berbagai perspektif dan masukan berharga hari ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat ekosistem jalan tol nasional yang berkelanjutan," beber Rivan.

Kepastian regulasi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik investasi jalan tol sekaligus memberikan kepastian dalam perencanaan investasi jangka panjang.

Pemerintah dan Swasta Perkuat Kolaborasi

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, badan usaha jalan tol, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

"FGD ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, bukan sekadar menyamakan pandangan. Karena yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan," ujar Dody.

Kepala Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan LPEM FEB UI Muhammad Halley Yudhistira mengatakan pengembangan jaringan jalan tol memberikan manfaat ekonomi yang besar.

"Dan manfaat tersebut meningkat sebanding dengan skala jaringan yang terbangun," katanya.

Kebutuhan modal yang melampaui kapasitas pembiayaan publik membuat percepatan pembangunan jalan tol bergantung pada keterlibatan sektor swasta.

Jaringan jalan tol yang beroperasi saat ini telah melebihi 3.115 kilometer dengan akumulasi investasi lebih dari Rp668 triliun dan diproyeksikan mendekati Rp1.000 triliun.

ATI menilai penyelarasan regulasi, model pembiayaan berkelanjutan, peningkatan investasi swasta, serta kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam menjaga jalan tol sebagai penopang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis :
Aditya Yohan