
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi menjadi rintisan usaha atau startup yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP) yang dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan adaptif, inovatif, dan kewirausahaan dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan perubahan model bisnis global menuntut paradigma baru dalam mempersiapkan tenaga kerja nasional.
Menaker Dorong Generasi Muda Menjadi Pencipta Lapangan Kerja
Yassierli menilai generasi muda tidak cukup hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga perlu memiliki kemampuan menciptakan peluang baru.
"Kita tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan. Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru," kata Yassierli.
Kemnaker juga mengembangkan Talent & Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem yang mempertemukan pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, dan kebijakan ketenagakerjaan.
TIH diarahkan agar pengembangan talenta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga menghasilkan gagasan dan solusi yang mempunyai nilai ekonomi.
Melalui ekosistem tersebut, talenta muda diharapkan mampu mengembangkan gagasan menjadi startup berbasis inovasi yang sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
TIDP Digelar Enam Bulan dan Diikuti 58 Talenta Muda
Program TIDP berlangsung selama enam bulan dengan melibatkan 58 talenta muda dari Bekasi dan Bandung Barat.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Ditjen Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Balai Perluasan Kesempatan Kerja Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja Bandung Barat, serta mitra industri dan mentor profesional.
Kolaborasi itu diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga mengembangkan gagasan, inovasi, dan kemampuan kewirausahaan.
"Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai," ujar Yassierli.
- Penulis :
- Aditya Yohan




